AS: Rezim Assad Tinggal Menghitung Hari

Selasa, 25 Desember 2012 | 20:29 WIB
DS
B
Penulis: Didit Sidarta | Editor: B1
Ilustrasi: Suasana di depan toko roti di Halfaya, Provinsi Hama, Suriah, setelah dihujani bom oleh pesawat tempur erzim Assad. Diperkirakan 200 orang tewas dalam serangan itu.
Ilustrasi: Suasana di depan toko roti di Halfaya, Provinsi Hama, Suriah, setelah dihujani bom oleh pesawat tempur erzim Assad. Diperkirakan 200 orang tewas dalam serangan itu. (Istimewa)
Pesawat tempur pemerintahan Presiden Bashar al Assad menghujani toko roti yang penuh pembeli di kota Halfaya, Provinsi Hama, Minggu (23/12) lalu.

Amerika Serikat mengancam rezim yang berkuasa di Suriah tinggal menunggu hitungan hari. Peringatan itu dikeluarkan AS, Senin (24/12) waktu Washington, menyusul pengeboman atas sebuah toko roti yang menyebabkan ratusan orang meninggal pekan lalu.

AS mengecam serangan "ganas" yang menyebabkan 200 orang tewas itu, setelah pesawat tempur pemerintahan Presiden Bashar al Assad menghujani toko roti yang penuh pembeli di kota Halfaya, Provinsi Hama, Minggu (23/12) lalu.

"Serangan brutal seperti itu menunjukkan bahwa rezim itu tidak punya masa depan di Suriah," kata juru bicara sementara Kementerian Pertahanan AS, Patrick Ventrell.

"Semua yang terlibat dalam hal itu akan dicatat. AS menyerukan semua pihak yang terus membantu rezim itu segera mengakhiri bantuannya," katanya.

Kantor berita resmi pemerintah, SANA, menyalahkan pembantaian di toko roti itu pada "kelompok teroris bersenjata". sebutan rezim Assa atas kelompok oposisi.

Banyak perempuan dan anak-anak tewas dalam kejadian itu.

Koalisi Nasional, kelompok oposisi yang diakui banyak negara terutama AS dan Eropa, menyalahkan rezim Assad atas pembantaian itu, dan menyebutnya sebagai, "menargetkan anak-anak, perempuan, dan laki-laki yang datang ke toko roti itu untuk mengambil jatah harian mereka."

Perang saudara di Suriah telan menelan sekitar 44 ribu orang sejak mulai berkecamuk pada Maret 2011.

Senin (24/12) kemarin saja, paling tidak 119 orang tewas di seluruh negeri itu, termasuk 38 warga sipil, kata lembaga pemantau HAM Suriah (Syrian Observatory for Human Rights).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon