Ahmad Heryawan Tangkis Tudingan Ajak Kuwu
Jumat, 28 Desember 2012 | 13:26 WIB
Posisi sebagai gubernur sekaligus cagub memang sulit dibedakan masyarakat umum.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, kegiatannya bersama kepala desa (kuwu) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kuwu Cirebon bukanlah kampanye politik, dan tidak mengajak kuwu (kepala desa) untuk memilih dirinya di Pilgub Jabar 2013.
"Kehadirannya di sana adalah dalam posisi sebagai Gubernur Jabar," kata Ahmad Heryawan, mengomentari protes dari Tim Pemenangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki terhadap dirinya di Kota Bandung, hari ini.
Heryawan menuturkan, dirinya selaku Gubernur Jawa Barat berada di Cirebon atas undangan Forum Komunikasi Kuwu Cirebon dan tidak ada ajakan agar memilihnya serta tidak ada paparan visi-misi.
Dikatakannya, tempat pertemuan silaturahmi Gubernur Jabar dengan para kuwu juga disiapkan oleh tuan rumah. "Mereka sewa tempat kok," kata dia.
Dia menuturkan, posisinya sebagai gubernur sekaligus calon gubernur memang sulit dibedakan masyarakat umum. Dirinya mencontohkan, ketika dia sebagai kepala daerah menjelaskan program dan hasil-hasil pembangunan kerap dipandang sebagai kampanye.
"Nah, pada saat menjelaskan program yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan, ada warga yang berteriak 'lanjutkan'. Ada juga yang berteriak '50 persen'. Saya lalu bilang '70 persen dong'. Selentingan warga itu tidak bermakna apa-apa," kata dia.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, kegiatannya bersama kepala desa (kuwu) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kuwu Cirebon bukanlah kampanye politik, dan tidak mengajak kuwu (kepala desa) untuk memilih dirinya di Pilgub Jabar 2013.
"Kehadirannya di sana adalah dalam posisi sebagai Gubernur Jabar," kata Ahmad Heryawan, mengomentari protes dari Tim Pemenangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki terhadap dirinya di Kota Bandung, hari ini.
Heryawan menuturkan, dirinya selaku Gubernur Jawa Barat berada di Cirebon atas undangan Forum Komunikasi Kuwu Cirebon dan tidak ada ajakan agar memilihnya serta tidak ada paparan visi-misi.
Dikatakannya, tempat pertemuan silaturahmi Gubernur Jabar dengan para kuwu juga disiapkan oleh tuan rumah. "Mereka sewa tempat kok," kata dia.
Dia menuturkan, posisinya sebagai gubernur sekaligus calon gubernur memang sulit dibedakan masyarakat umum. Dirinya mencontohkan, ketika dia sebagai kepala daerah menjelaskan program dan hasil-hasil pembangunan kerap dipandang sebagai kampanye.
"Nah, pada saat menjelaskan program yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan, ada warga yang berteriak 'lanjutkan'. Ada juga yang berteriak '50 persen'. Saya lalu bilang '70 persen dong'. Selentingan warga itu tidak bermakna apa-apa," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




