Kapolri Pastikan Aparat Masih Buru Teroris Jaringan Poso

Senin, 7 Januari 2013 | 16:35 WIB
AA
B
Penulis: Arientha Primanita/ AYI | Editor: B1
Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo
Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo (JG Photo/ Yudhi Sukma Wijaya)
Saat ini kepolisian masih mendalami secara utuh terkait penyelidikan dan pemeriksaan terhadap anggota jaringan yang telah ditangkap

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memburu terduga teroris jaringan Poso, menyusul penyergapan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror yang menembak mati terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Kami tetap memantau, karena beberapa target yang belum tuntas. Ada beberapa terduga teroris. Mari kita tunggu," ujar Kapolri Jenderal Timur Pradopo, di Istana Bogor, Senin (7/1).

Timur mengatakan, saat ini kepolisian masih mendalami secara utuh terkait penyelidikan dan pemeriksaan terhadap anggota jaringan yang telah ditangkap. Untuk situasi di Poso sendiri, Timur menyebut bahwa masyarakat Poso dalam keadaan tenang paska penangkapan beberapa terduga teroris.

Seperti diberitakan, Densus 88 menembak mati dua orang terduga teroris yang disinyalir bagian dari jaringan teroris Poso di Makassar, Sulsel, Jumat (4/1). Keduanya terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan, kedua pria yang diduga teroris tersebut diketahui bernama Syamsudin alias Asmar alias Abu Uswah, serta Ahmad Khalil alias Hasan alias Kholid.

Syamsudin alias Abu Uswah isebut merupakan pimpinan teroris kelompok Makassar yang selama ini melakukan aksi teror di Poso. Sementara Ahmad Khalil alias Hasan merupakan penyuplai senjata api dari Filipina.

Dilaporkan, saat kejadian, petugas hendak menangkap empat terduga teroris yang sedang berkumpul di halaman parkir RS Wahidin, Makassar, Sulsel. Keempat orang ini telah menjadi target pengintaian yang dilakukan petugas.

"Dua orang tewas akibat ditembak oleh petugas Densus 88. Sementara dua orang lainnya melarikan diri. Mereka adalah jaringan Santoso yang berkembang ke Sulsel," kata Boy.

Boy mengatakan, kelompok tersebut ditengarai berupaya untuk membentuk jaringan teror di Makassar. Mereka pun diduga telah melakukan aksi teror di Makassar.

 


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon