Jokowi: Pembangunan 6 Jalan Tol Kebutuhan Jakarta
Rabu, 9 Januari 2013 | 17:22 WIB
Meskipun mengalami pro dan kontra, akhirnya Gubernur DKI Jakarta menyetujui kelanjutan proyek Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota di DKI Jakarta. Hal itu diketahui usai pertemuan antara Gubernur DKI Joko Widodo dengan Menteri PU Djoko Kirmanto, di Gedung Kementerian PU, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/1).
Jokowi mengatakan, persetujuan tersebut muncul setelah dirinya mendengarkan pemaparan dari Menteri PU, terkait pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota tersebut. Jokowi mengaku, setelah tadi dijelaskan oleh Menteri PU, dirinya menyadari bahwa memang Jakarta ini memiliki dua masalah, yaitu kekurangan jalan dan permasalahan transportasi umum.
"Sehingga, tadi dirapatkan, bahwa enam ruas jalan tol ini akan dapat mengurangi macet. Dijelaskan mengenai lingkar jaringan dan radialnya. Saya menangkap, itu memang ada kontribusi (dalam) mengurangi kemacetan," kata Jokowi, pada saat jumpa pers di Gedung Kementerian PU, Jakarta Selatan.
Jokowi menekankan, hal ini bukanlah permasalahan setuju dan tidak setuju atas pembangunan enam ruas jalan tol tersebut, melainkan lebih sebagai kebutuhan yang telah dikalkulasikan. Lagipula, proyek pembangunan ini tidak melibatkan biaya sepeser pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Dirinya juga menegaskan, proyek ini boleh dilanjutkan, dengan persyaratan bahwa jalan tol ini boleh dimanfaatkan sebagai jalur integrasi bagi angkutan umum, bukan sebagai fasilitas bagi kendaraan pribadi saja.
"Tadi saya sudah sampaikan, bukan setuju dan tidak setuju, tapi ini kebutuhan yang saya lihat. Akan tetapi, dengan catatan, tol ini bisa dipakai untuk Bus TransJakarta dan transportasi massal lainnya," tegas Jokowi.
Sementara itu, Menteri PU Djoko Kirmanto, menjelaskan bahwa kebutuhan atas enam ruas jalan tol dalam kota tersebut dikarenakan memang jumlah ruas jalan di DKI Jakarta yang masih jauh dari ideal.
"Jalan di Jakarta hanya 6 sampai 7 persen. Untuk (ukuran) ibukota di negara mana pun, masih sangat kecil. Maka harus ditambah. Dilihat dari sistem (pembangunan), ini juga baik. Jalan tol ini juga bisa dipakai untuk transportasi umum," kata Djoko.
Namun, Djoko juga mengakui bahwa dengan penambahan ruas jalan ini, akan memperluas pula kesempatan dan akses bagi kendaraan pribadi. Dirinya pun menekankan bahwa hal tersebut dapat diatasi dengan cara perbaikan angkutan umum yang dimiliki oleh DKI Jakarta.
"Kami semua memahami kalau penambahan jalan tidak akan menyelesaikan masalah. Maka, harus perbaiki transportasi umum. Mudah-mudahan rencana pembangunan MRT, Kopaja dan Metromini, dan juga monorel, semoga cepat terselesaikan," tandasnya.
Jokowi mengatakan, persetujuan tersebut muncul setelah dirinya mendengarkan pemaparan dari Menteri PU, terkait pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota tersebut. Jokowi mengaku, setelah tadi dijelaskan oleh Menteri PU, dirinya menyadari bahwa memang Jakarta ini memiliki dua masalah, yaitu kekurangan jalan dan permasalahan transportasi umum.
"Sehingga, tadi dirapatkan, bahwa enam ruas jalan tol ini akan dapat mengurangi macet. Dijelaskan mengenai lingkar jaringan dan radialnya. Saya menangkap, itu memang ada kontribusi (dalam) mengurangi kemacetan," kata Jokowi, pada saat jumpa pers di Gedung Kementerian PU, Jakarta Selatan.
Jokowi menekankan, hal ini bukanlah permasalahan setuju dan tidak setuju atas pembangunan enam ruas jalan tol tersebut, melainkan lebih sebagai kebutuhan yang telah dikalkulasikan. Lagipula, proyek pembangunan ini tidak melibatkan biaya sepeser pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Dirinya juga menegaskan, proyek ini boleh dilanjutkan, dengan persyaratan bahwa jalan tol ini boleh dimanfaatkan sebagai jalur integrasi bagi angkutan umum, bukan sebagai fasilitas bagi kendaraan pribadi saja.
"Tadi saya sudah sampaikan, bukan setuju dan tidak setuju, tapi ini kebutuhan yang saya lihat. Akan tetapi, dengan catatan, tol ini bisa dipakai untuk Bus TransJakarta dan transportasi massal lainnya," tegas Jokowi.
Sementara itu, Menteri PU Djoko Kirmanto, menjelaskan bahwa kebutuhan atas enam ruas jalan tol dalam kota tersebut dikarenakan memang jumlah ruas jalan di DKI Jakarta yang masih jauh dari ideal.
"Jalan di Jakarta hanya 6 sampai 7 persen. Untuk (ukuran) ibukota di negara mana pun, masih sangat kecil. Maka harus ditambah. Dilihat dari sistem (pembangunan), ini juga baik. Jalan tol ini juga bisa dipakai untuk transportasi umum," kata Djoko.
Namun, Djoko juga mengakui bahwa dengan penambahan ruas jalan ini, akan memperluas pula kesempatan dan akses bagi kendaraan pribadi. Dirinya pun menekankan bahwa hal tersebut dapat diatasi dengan cara perbaikan angkutan umum yang dimiliki oleh DKI Jakarta.
"Kami semua memahami kalau penambahan jalan tidak akan menyelesaikan masalah. Maka, harus perbaiki transportasi umum. Mudah-mudahan rencana pembangunan MRT, Kopaja dan Metromini, dan juga monorel, semoga cepat terselesaikan," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




