BIN: Belum Ada Bukti Bioterorisme Lewat Flu Burung

Kamis, 10 Januari 2013 | 18:50 WIB
AA
B
Penulis: Arientha Primanita/ ARD | Editor: B1
Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Marciano Norman (Jakarta Globe/Afriadi Hikmal)
Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Marciano Norman (Jakarta Globe/Afriadi Hikmal) (Jakarta Globe)
"Kita ikuti perkembangan itu terus, pendalaman oleh Kementerian terkait tapi kita mengikuti terus. Sampai saat ini, belum ada indikasi bahwa itu menuju bioterorisme."

Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI Marciano Norman mengatakan bahwa bukti bioterorisme terkait merebaknya virus flu burung jenis baru H5N1 clade 2.3.2, belum ditemukan.

"Kita ikuti perkembangan itu terus, pendalaman oleh Kementerian terkait tapi kita mengikuti terus. Sampai saat ini, belum ada indikasi bahwa itu menuju bioterorisme," ujarnya kepada wartawan, Kamis (10/1).

Sejauh ini, ungkapnya, Pemerintah belum mau mengambil kesimpulan. Namun, BIN terus berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian.

"Saya minta kementerian terkait melakukan pendalaman, karena harus betul-betul secara mendalam. Kita harus yakin betul," ujarnya.

Menurut Marciano, perkembangannya di global memang penyebaran virus berkembang pesat. Bahkan bisa menuju menjadi perang di masa depan.

"Nanti itu perang-perang ke depan pasti seperti itu. Kalo Indonesia sih belum mengarah ke sana," tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis, Emil Agustiono, mencurigai virus flu burung jenis baru, H5N1 clade 2.3.2, sengaja disebarkan ke Indonesia sebagai bagian bioterorisme. Sinyalemen penyebaran virus baru ini menurutnya bertujuan untuk menggoyang ketahanan pangan dan ekonomi nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon