Warga AS Paling Banyak Meninggal Karena Kekerasan
Sabtu, 12 Januari 2013 | 05:56 WIB
Dari tiap 100.000 warga AS, enam di antaranya meninggal karena kekerasan
Warga Amerika Serikat adalah orang-orang yang paling banyak meninggal karena kekerasan dan pola hidup tidak sehat di antara negara-negara kaya di dunia, demikian hasil penelitian dua lembaga kesehatan dunia.
Dari tiap 100.000 warga AS, enam di antaranya meninggal karena kekerasan. Tidak satu pun dari 16 negara yang masuk dalam penelitian itu yang mempunyai rekor setinggi AS.
Selain itu warga AS adalah orang yang paling rentan meninggal di usia muda ketimbang orang-orang lain di negara-negara kaya. Selain karena kekerasan bersenjata, pemuda dan pemudi AS juga mengonsumsi kalori paling banyak dan adalah kelompok manusia yang paling sering terlibat dalam kecelakaan yang terkait alkohol.
AS, dibandigkan dengan negara kaya lain seperti Jepang, Kanada, Australia, dan sebagian besar negara Eropa Barat, juga adalah negara dengan kematian terkait obat-obatan terlarang, kematian bayi, dan akibat AIDS tertinggi di dunia.
Di AS rata-rata harapan hidup lelaki hanya berkisar di angka 76,6 tahun, terendah dari 16 negara lainnya. Sementara perempuan di negara itu rata-rata hidup selama 80,7 tahun.
"Dengan jumlah nyawa dan uang yang dipertaruhkan, Amerika Serikat tidak bisa mengabaikan masalah ini," bunyi laporan dari National Research Council dan Institute of Medicine.
Para peneliti dalam studi itu menggunakan data dari tahun 1990an hingga 2008. Mereka menemukan bahwa warga AS adalah yang paling banyak tidak bisa mengakses layanan-layanan dasar dalam kehidupan.
Ditemukan juga bahwa pembunuhan adalah penyebab kematian kedua paling besar di antara orang dewasa dan remaja yang berusia 15 hingga 24 tahun. Sebagian besar pembunuhan melibatkan senjata api.
Warga Amerika Serikat adalah orang-orang yang paling banyak meninggal karena kekerasan dan pola hidup tidak sehat di antara negara-negara kaya di dunia, demikian hasil penelitian dua lembaga kesehatan dunia.
Dari tiap 100.000 warga AS, enam di antaranya meninggal karena kekerasan. Tidak satu pun dari 16 negara yang masuk dalam penelitian itu yang mempunyai rekor setinggi AS.
Selain itu warga AS adalah orang yang paling rentan meninggal di usia muda ketimbang orang-orang lain di negara-negara kaya. Selain karena kekerasan bersenjata, pemuda dan pemudi AS juga mengonsumsi kalori paling banyak dan adalah kelompok manusia yang paling sering terlibat dalam kecelakaan yang terkait alkohol.
AS, dibandigkan dengan negara kaya lain seperti Jepang, Kanada, Australia, dan sebagian besar negara Eropa Barat, juga adalah negara dengan kematian terkait obat-obatan terlarang, kematian bayi, dan akibat AIDS tertinggi di dunia.
Di AS rata-rata harapan hidup lelaki hanya berkisar di angka 76,6 tahun, terendah dari 16 negara lainnya. Sementara perempuan di negara itu rata-rata hidup selama 80,7 tahun.
"Dengan jumlah nyawa dan uang yang dipertaruhkan, Amerika Serikat tidak bisa mengabaikan masalah ini," bunyi laporan dari National Research Council dan Institute of Medicine.
Para peneliti dalam studi itu menggunakan data dari tahun 1990an hingga 2008. Mereka menemukan bahwa warga AS adalah yang paling banyak tidak bisa mengakses layanan-layanan dasar dalam kehidupan.
Ditemukan juga bahwa pembunuhan adalah penyebab kematian kedua paling besar di antara orang dewasa dan remaja yang berusia 15 hingga 24 tahun. Sebagian besar pembunuhan melibatkan senjata api.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




