PPP Berharap dapat Nomor Urut 1
Senin, 14 Januari 2013 | 11:30 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar rapat pleno untuk mengundi dan menentukan nomor urut partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014
Walau nomor urut tidak menjamin tingkat elektabilitas, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menginginkan nomor urut 1 dalam pengundian nomor peserta pemilu agar memudahkan pemilih mengingat dan memilih partai berlambang kabah tersebut.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar rapat pleno untuk mengundi dan menentukan nomor urut partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014. Pengundian tersebut berlangsung secara terbuka di Aula Gedung KPU, Jakarta, pukul 14.00, hari ini.
Menurut Sekjen PPP, M Romahurmuziy, nomor urut itu cukup signifikan untuk memudahkan pemilih mengenal dan memilih parpol pada Pemilu 2014 mendatang.
"Secara alamiah, nomor urut 1 (awal) dan 10 (terakhir) akan memudahkan dipilih. Meski ini bukan jaminan, karena pada Pemilu 2009, partai teratas dan terbawah di parlemen tidak memetik keuntungan dari nomor mereka masing-masing," kata Romahurmuziy di Jakarta, Senin (14/1).
Pria yang akrab dipanggil Romy ini berharap PPP sendiri berharap partainya mendapat nomor 1. Dengan demikia, sosialisasi lebih mudah dilakukan.
"Kami berharap dapat nomor urut 1. Kalaupun tidak, PPP berharap nomer 5, sesuai banyaknya Rukun Islam, atau 9 sesuai dengan jumlah panutan dalam sejarah ahlussunnah wal jama'ah (aswaja) yang menjadi warna PPP, yaitu Nabi Muhammad (1) dan Para Khulafaur Rasyidin (4) serta 4 Imam Madzhab," ujarnya.
Ketua Komisi IV DPR ini menambahkan, PPP tetap menerima berapapun nomor yang akan tercabut nanti. "Seperti kata Shakespeare "what is in a name", maka kami menyebutnya "what is in a number", PPP tetap menerima berapapun no urut yang nanti akan tercabut," imbuhnya.
Ketika disinggung, bagaimana nasib parpol yang sudah dinyatakan tidak lolos tapi menang gugatan di Bawaslu atau PTUN. Dia mengatakan hal itu tidak masalah. "Undi saja dengan nomor urut 11 dan seterusnya," tandas Romy.
Walau nomor urut tidak menjamin tingkat elektabilitas, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menginginkan nomor urut 1 dalam pengundian nomor peserta pemilu agar memudahkan pemilih mengingat dan memilih partai berlambang kabah tersebut.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar rapat pleno untuk mengundi dan menentukan nomor urut partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014. Pengundian tersebut berlangsung secara terbuka di Aula Gedung KPU, Jakarta, pukul 14.00, hari ini.
Menurut Sekjen PPP, M Romahurmuziy, nomor urut itu cukup signifikan untuk memudahkan pemilih mengenal dan memilih parpol pada Pemilu 2014 mendatang.
"Secara alamiah, nomor urut 1 (awal) dan 10 (terakhir) akan memudahkan dipilih. Meski ini bukan jaminan, karena pada Pemilu 2009, partai teratas dan terbawah di parlemen tidak memetik keuntungan dari nomor mereka masing-masing," kata Romahurmuziy di Jakarta, Senin (14/1).
Pria yang akrab dipanggil Romy ini berharap PPP sendiri berharap partainya mendapat nomor 1. Dengan demikia, sosialisasi lebih mudah dilakukan.
"Kami berharap dapat nomor urut 1. Kalaupun tidak, PPP berharap nomer 5, sesuai banyaknya Rukun Islam, atau 9 sesuai dengan jumlah panutan dalam sejarah ahlussunnah wal jama'ah (aswaja) yang menjadi warna PPP, yaitu Nabi Muhammad (1) dan Para Khulafaur Rasyidin (4) serta 4 Imam Madzhab," ujarnya.
Ketua Komisi IV DPR ini menambahkan, PPP tetap menerima berapapun nomor yang akan tercabut nanti. "Seperti kata Shakespeare "what is in a name", maka kami menyebutnya "what is in a number", PPP tetap menerima berapapun no urut yang nanti akan tercabut," imbuhnya.
Ketika disinggung, bagaimana nasib parpol yang sudah dinyatakan tidak lolos tapi menang gugatan di Bawaslu atau PTUN. Dia mengatakan hal itu tidak masalah. "Undi saja dengan nomor urut 11 dan seterusnya," tandas Romy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




