Tanggul Jebol di Hilir Sungai Ciujung Mulai Diperbaiki

Selasa, 15 Januari 2013 | 15:52 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Anggota tentara keamanan Jepang mempersiapkan tanggul karung berisi  pasir untuk mengantisipasi air sungai Shirakawa yang meluap saat banjir dan longsor melanda kawasan  kota Aso, Kumamoto prefecture, Jepang. FOTO:  EPA/JAPAN SELF DEFENCE FORCES
Anggota tentara keamanan Jepang mempersiapkan tanggul karung berisi pasir untuk mengantisipasi air sungai Shirakawa yang meluap saat banjir dan longsor melanda kawasan kota Aso, Kumamoto prefecture, Jepang. FOTO: EPA/JAPAN SELF DEFENCE FORCES
Perbaikan tanggul ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua minggu.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto memerintahkan Balai Wilayah Sungai Ciujung, Cidanau dan Cidurian (BWSCCC) untuk segera memulai perbaikan terhadap tanggul yang jebol di hilir Sungai Ciujung, sepanjang 30 meter.

"Segera akan kita tutup tanggul yang jebol 30 meter itu. Meski darurat, namun kualitasnya tetap permanen. Tidak asal jadi," kata Djoko, saat melihat langsung kondisi Sungai Ciujung, dari Jalan Tol Tangerang Merak Km 57 yang sempat terputus akibat banjir Sungai Ciujung.

Dalam siaran persnya yang diterima media ini, Selasa (15/1), Djoko mengatakan bahwa derasnya debit air Sungai Ciujung akibat hujan beberapa hari lalu, mengakibatkan tanggul sepanjang 30 meter yang terletak antara Kecamatan Carenang dan Tanara, Kabupaten Serang, Banten itu, jebol dan menyebabkan permukiman warga terendam.

"Saat ini sudah dimulai pekerjaan. Kemarin alat belum bisa masuk, karena masih banjir," ungkap Kepala BWSCCC, Abdul Hanan.

Perbaikan sendiri ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu. Di samping tanggul di hilir Sungai Ciujung, BWSCCC juga disebutkan akan membangun tanggul sepanjang 7 km di hulu Sungai Ciujung.

Dalam kunjungannya, Djoko yang didampingi oleh Dirjen Sumber Daya Air Mohammad Hasan, Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Abdul Ghani Gazaly, juga meninjau kondisi Bendung Pamarayan yang mengalami sedimentasi.

Di samping penanganan darurat, penanganan banjir jangka menengah di Kabupaten Serang yang dilakukan Kementerian PU salah satunya adalah membangun Waduk Karian.

Saat ini sedang dilakukan tender dan akan ditandatangani kontrak pembangunannya pada bulan April 2013. Disebutkan, ada tiga kontraktor yang sudah lolos pra-kualifikasi lelang, yakni Brantas Abipraya, Wika dan PP yang melakukan kerja sama operasi dengan kontraktor Korea.

"Pada April nanti kontrak ditandatangani. Kemudian dengan pembebasan tanah yang ada, badan bendungan sudah dapat dibangun sambil menyelesaikan pembebasan tanah lainnya," terang Djoko, sambil menambahkan bahwa penghijauan di hulu Sungai Ciujung juga diperlukan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon