Dinkes DKI Dirikan 30 Posko Kesehatan untuk Korban Banjir
Rabu, 16 Januari 2013 | 14:02 WIB
30 posko kesehatan sudah didirikan sejak Selasa (15/1)
Untuk menolong korban banjir yang terserang penyakit saat dan paska banjir, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah mendirikan 30 pos komando (posko) kesehatan. Seluruh posko ini tersebar di lima wilayah DKI Jakarta.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan 30 posko kesehatan sudah didirikan sejak Selasa (15/1). Posko tersebut berada di daerah banjir dan rawan banjir, sehingga bisa siap siaga menolong warga yang jatuh sakit akibat banjir. Masing-masing posko terdapat sebanyak empat tenaga medis.
"Bahkan di wilayah yang terdapat pengungsi, posko kesehatan kami siaga 24 jam. Sebab biasanya di daerah yang tidak terdapat pengungsinya, posko hanya buka sampai jam 8 malam," kata Dien, Rabu (16/1).
Diungkapkannya, keluhan sakit yang paling banyak dialami warga adalah sakit asma, hipertensi, diare, batuk, pilek dan gatal-gatal. Semua perawatan penyakit itu diupayakan dapat dituntaskan di posko kesehatan. Tetapi bila penyakit bertambah parah, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit. Biaya pengobatan baik di posko kesehatan dan rumah sakit bagi warga korban banjir adalah gratis.
"Kalau parah langsung kami rujuk ke rumah sakit. Ambulans kami upayakan standby juga. Semua biayanya gratis bagi korban banjir. Baik di posko kesehatan maupun rumah sakit," ujarnya.
Hingga saat ini sudah ada delapan pasien juga telah dirujuk ke rumah sakit. Karena sakit yang dideritanya tidak dapat ditangani peralatan medis di posko yang terbatas. Diantaranya, sebanyak tiga pasien dengan keluhan asma dan jantung dirujuk ke rumah sakit Budiasih. Lalu di Jakarta Selatan juga sebanyak tiga orang dirujuk ke rumah sakit Fatmawati.
Untuk menolong korban banjir yang terserang penyakit saat dan paska banjir, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah mendirikan 30 pos komando (posko) kesehatan. Seluruh posko ini tersebar di lima wilayah DKI Jakarta.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan 30 posko kesehatan sudah didirikan sejak Selasa (15/1). Posko tersebut berada di daerah banjir dan rawan banjir, sehingga bisa siap siaga menolong warga yang jatuh sakit akibat banjir. Masing-masing posko terdapat sebanyak empat tenaga medis.
"Bahkan di wilayah yang terdapat pengungsi, posko kesehatan kami siaga 24 jam. Sebab biasanya di daerah yang tidak terdapat pengungsinya, posko hanya buka sampai jam 8 malam," kata Dien, Rabu (16/1).
Diungkapkannya, keluhan sakit yang paling banyak dialami warga adalah sakit asma, hipertensi, diare, batuk, pilek dan gatal-gatal. Semua perawatan penyakit itu diupayakan dapat dituntaskan di posko kesehatan. Tetapi bila penyakit bertambah parah, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit. Biaya pengobatan baik di posko kesehatan dan rumah sakit bagi warga korban banjir adalah gratis.
"Kalau parah langsung kami rujuk ke rumah sakit. Ambulans kami upayakan standby juga. Semua biayanya gratis bagi korban banjir. Baik di posko kesehatan maupun rumah sakit," ujarnya.
Hingga saat ini sudah ada delapan pasien juga telah dirujuk ke rumah sakit. Karena sakit yang dideritanya tidak dapat ditangani peralatan medis di posko yang terbatas. Diantaranya, sebanyak tiga pasien dengan keluhan asma dan jantung dirujuk ke rumah sakit Budiasih. Lalu di Jakarta Selatan juga sebanyak tiga orang dirujuk ke rumah sakit Fatmawati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




