Banjir, Pemerintah Bahas Kemungkinan Liburkan Sekolah

Kamis, 17 Januari 2013 | 14:14 WIB
RN
BA
Penulis: Ronna Nirmala/ NAD | Editor: B1
Warga sekitar Kelurahan Bukit Duri keluar rumah untuk menyaksikan banjir yang menggenangi jalan di Jakarta.
Warga sekitar Kelurahan Bukit Duri keluar rumah untuk menyaksikan banjir yang menggenangi jalan di Jakarta. (Antara)
Butuh langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak sosial dari banjir.

Melihat kondisi banjir parah yang kemungkinan bisa bertahan beberapa hari, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono membahas opsi meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Dia mengatakan, banjir mengakibatkan akses lalu lintas menjadi putus sehingga tak dapat dilalui kendaraan bermotor baik pribadi maupun umum.

"Sedang dibahas juga kemungkinan untuk meliburkan anak-anak sekolah. Karena akibat banjir ini, macet di mana-mana. Saya juga bergerak dari tempat saya hampir dua jam. Jadi terjebak kemacetan di mana-mana. Sehingga memang memerlukan langkah-langkah [untuk menangani banjir] terutama dampak sosialnya," kata Agung, Kamis (17/1).

Agung bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo baru menggelar rapat khusus untuk penanganan banjir di ibu kota.

Rapat yang sedang dilakukan itu juga dihadiri Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo dan Sekda Provinsi DKI Fadjar Panjaitan.

Untuk saat ini, kata Agung, penanganan banjir di Jakarta hanya jangka pendek untuk menangani keadan darurat saja. Namun akan dipikirkan rencana penanganan banjir jangka panjang, seperti membuat deep tunnel.

Pembahasan yang dilakukan khususnya penanganan masyarakat untuk diungsikan dan dievakuasi. Begitu juga terkait pemenuhan kebutuhan peralatan operasional penyelamatan. Seperti tenda, alat masak, dapur umum, toilet, pos kesehatan, hingga keamanan rumah warga.

"Karena rumah-rumahnya banyak yang ditinggal tuh. Jangan sampai rumahnya dimasukin maling. Lalu kita akan bahas ketersedian obat-obatan, itu yang paling utama," pungkasnya.

Untuk itu, Agung akan mendengarkan paparan dari Gubernur DKI terkait apa yang sudah dan akan dilakukan dalam menangani musibah banjir ini.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan BNPB, Pemprov DKI serta kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Sosial,  dan Kementerian Kesehatan.

"Pak Presiden sendiri sekarang sudah berada di Istana bersama Ibu Negara. Meskipun dikelilingi oleh banjir di lingkaran istana, tapi beliau dalam keadaan selamat bersama ibu negara.  Kami tadi rencanakan jam 10 rapatnya, namun karena terjebak macet jadi baru dimulai sekarang," ujarnya.

Presiden SBY, lanjutnya, telah menyatakan bencana banjir di Jakarta sudah Siaga 1. Status ini akan terus diberlakukan hingga keadaan membaik. Diperkirakan keadaan Siaga 1 ini akan berlangsung selama beberapa hari. Karena berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) hujan terjadi akibat konvergensi awan.

"Ya, Presiden sudah bilang Siaga 1. Memang begitu ketentuannya. Laporan BMKG ini terjadi akibat konvergensi di awan. Jadi ini tidak berlangsung cepat. Jadi mungkin akan beberapa hari seperti ini. Jadi perlu diwaspadai terus," kata Agung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon