Hatta Rajasa: Pindah Ibukota, Ide yang Cemerlang
Jumat, 18 Januari 2013 | 13:18 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Hata Rajasa menilai, wacana pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke tempat lain sebagai ide yang bagus dan cemerlang.
Walau diakuinya, ini adalah ide yang tak mudah dilakukan karena menyangkut biaya besar dan penentuan lokasi tepat.
"Kita jangan anggap pikiran itu tidak baik. Menurut saya, pikiran itu bagus-bagus saja. Saya punya tiga studi soal itu dari ITB. Anak-anak ITB bilang harus pindah satu jangkauan penerbangan. Namun pemindahan itu tidak mudah," kata Hatta Rajasa di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (18/1).
Ia menjelaskan, pemindahan kota itu tidak mudah karena banyak hal yang harus dipikirkan dan dipersiapkan. Dia juga mengingatkan, alasan pemindah ibukota jangan hanya karena momentum banjir. Pemindahan ibukota harus melalui kajian yang matang dan desain yang komprehensif.
"Kita jangan latah hanya karena banjir lalu kita lakukan [pemindahan] itu," tegasnya.
Baginya, yang paling penting dilakukan sekarang adalah pembenahan dan perbaikan Jabodetabek. Koordinasi antara pemerintah daerah harus benar-benar berjalan sehingga masalah banjir, kemacetan, dan persoalan lainnya bisa diatasi.
Menurutnya, masalah koordinasi ini yang kurang berjalan. Karena itu, untuk eksekusi atas apa yang direncanakan tidak berjalan.
Dia juga menolak ada badan khusus yang menanggani Jabodetabek. Menurutnya, kewenangan sudah dilimpahkan ke semua pemerintah daerah sesuai prinsip desentralisasi. Pemerintah pusat atau badan yang diwacanakan jangan sampai mengambil alih peran pemda.
"Jangan terlalu ambil peran pemda. Fungsi koordinasi harus kuat. Eksekusi tetap pada pemerintah daerah," tegasnya.
Walau diakuinya, ini adalah ide yang tak mudah dilakukan karena menyangkut biaya besar dan penentuan lokasi tepat.
"Kita jangan anggap pikiran itu tidak baik. Menurut saya, pikiran itu bagus-bagus saja. Saya punya tiga studi soal itu dari ITB. Anak-anak ITB bilang harus pindah satu jangkauan penerbangan. Namun pemindahan itu tidak mudah," kata Hatta Rajasa di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (18/1).
Ia menjelaskan, pemindahan kota itu tidak mudah karena banyak hal yang harus dipikirkan dan dipersiapkan. Dia juga mengingatkan, alasan pemindah ibukota jangan hanya karena momentum banjir. Pemindahan ibukota harus melalui kajian yang matang dan desain yang komprehensif.
"Kita jangan latah hanya karena banjir lalu kita lakukan [pemindahan] itu," tegasnya.
Baginya, yang paling penting dilakukan sekarang adalah pembenahan dan perbaikan Jabodetabek. Koordinasi antara pemerintah daerah harus benar-benar berjalan sehingga masalah banjir, kemacetan, dan persoalan lainnya bisa diatasi.
Menurutnya, masalah koordinasi ini yang kurang berjalan. Karena itu, untuk eksekusi atas apa yang direncanakan tidak berjalan.
Dia juga menolak ada badan khusus yang menanggani Jabodetabek. Menurutnya, kewenangan sudah dilimpahkan ke semua pemerintah daerah sesuai prinsip desentralisasi. Pemerintah pusat atau badan yang diwacanakan jangan sampai mengambil alih peran pemda.
"Jangan terlalu ambil peran pemda. Fungsi koordinasi harus kuat. Eksekusi tetap pada pemerintah daerah," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




