Pembukaan Sail Komodo Akan Dimeriahkan Tarian Kolosal
Jumat, 18 Januari 2013 | 21:39 WIB
Untuk menghibur para peserta, panitia penyelenggara juga menyiapkan beberapa tarian lain dari sejumlah etnis yang ada di NTT.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohana Lingu Langu, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sebuah tarian kolosal untuk memeriahkan pembukaan Sail Komodo 2013.
"Kami diserahi tugas untuk menyiapkan sebuah tarian kolosal yang mengisahkan tentang binatang purba komodo, dengan melibatkan sekitar 500 sampai 1.000 penari," jelas Yohana kepada wartawan, di Kupang, Jumat (18/1).
Menurut Yohana, tarian kolosal itu sendiri pernah dipentaskan di Kupang pada tahun 2011 lalu, saat pawai karnaval memperingati HUT Kemerdekaaan RI, yang ternyata menarik perhatian puluhan ribu warga Kota Kupang pada saat itu. Sedangkan dalam pembukaan Sail Komodo ini, tarian kolosal itu menurutnya, akan dimodifikasi dengan mengedepankan nuansa etnis yang ada di NTT, sehingga memberi kesan tersendiri kepada para peserta Sail Komodo.
"Untuk itu, kami melibatkan sanggar tari milik beberapa etnis NTT yang ada di Kota Kupang, serta pelajar SMP dan SMA sebagai penarinya," ujarnya.
Yohana mengatakan, karena Kota Kupang dijadikan sebagai entry point kegiatan Sail Komodo 2013, panitia ingin memberikan kesan terbaik kepada para peserta kegiatan berlayar itu. Apalagi lantaran pembukaan Sail Komodo nantinya akan dihadiri oleh Wakil Presiden (Wapres) Boediono.
Dikatakan Yohana, selain pentas tari kolosal, UPTD Taman Budaya juga menyiapkan beberapa tarian lain dari sejumlah etnis yang ada di NTT, untuk menghibur para peserta dan tamu yang datang pada tanggal 27 Agustus 2013, saat pembukaan Sail Komodo.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten se-NTT, untuk menyiapkan tarian massal khas daerahnya masing-masing, guna memperkenalkan budaya daerahnya kepada wisatawan mancanegara yang datang berkunjung," tambahnya.
Yohana menyebutkan, beberapa tarian massal yang layak dipentaskan saat menyambut peserta Sail Komodo, misalnya adalah Bonet dan Bidu dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU), Likurai dan Tebe dari Kabupaten Belu, Lego–Lego dari Kabupaten Alor, Dolo-Dolo dari Kabupaten Flores Timur, tari Gawi dari Kabupaten Ende, Ja'I dari Kabupaten Ngada, Pado'a dari Kabupaten Sabu Rai Jua, serta tarian Kataga dari Sumba Barat.
Ditanya soal persiapan tari kolosal dari UPTD Taman Budaya itu, Yohana mengatakan bahwa kendati belum ada anggaran khusus, pihaknya sejauh ini sudah memulai persiapan terutama latihan, dengan melibatkan para pelajar dan penari dari sanggar-sanggar tari di Kota Kupang. Dia pun menegaskan bahwa guna menyukseskan event sebesar Sail Komodo, persiapan memang perlu digenjot, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di daerah ini, karena event tersebut mempertaruhkan nama NTT sebagai tuan rumah.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohana Lingu Langu, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sebuah tarian kolosal untuk memeriahkan pembukaan Sail Komodo 2013.
"Kami diserahi tugas untuk menyiapkan sebuah tarian kolosal yang mengisahkan tentang binatang purba komodo, dengan melibatkan sekitar 500 sampai 1.000 penari," jelas Yohana kepada wartawan, di Kupang, Jumat (18/1).
Menurut Yohana, tarian kolosal itu sendiri pernah dipentaskan di Kupang pada tahun 2011 lalu, saat pawai karnaval memperingati HUT Kemerdekaaan RI, yang ternyata menarik perhatian puluhan ribu warga Kota Kupang pada saat itu. Sedangkan dalam pembukaan Sail Komodo ini, tarian kolosal itu menurutnya, akan dimodifikasi dengan mengedepankan nuansa etnis yang ada di NTT, sehingga memberi kesan tersendiri kepada para peserta Sail Komodo.
"Untuk itu, kami melibatkan sanggar tari milik beberapa etnis NTT yang ada di Kota Kupang, serta pelajar SMP dan SMA sebagai penarinya," ujarnya.
Yohana mengatakan, karena Kota Kupang dijadikan sebagai entry point kegiatan Sail Komodo 2013, panitia ingin memberikan kesan terbaik kepada para peserta kegiatan berlayar itu. Apalagi lantaran pembukaan Sail Komodo nantinya akan dihadiri oleh Wakil Presiden (Wapres) Boediono.
Dikatakan Yohana, selain pentas tari kolosal, UPTD Taman Budaya juga menyiapkan beberapa tarian lain dari sejumlah etnis yang ada di NTT, untuk menghibur para peserta dan tamu yang datang pada tanggal 27 Agustus 2013, saat pembukaan Sail Komodo.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten se-NTT, untuk menyiapkan tarian massal khas daerahnya masing-masing, guna memperkenalkan budaya daerahnya kepada wisatawan mancanegara yang datang berkunjung," tambahnya.
Yohana menyebutkan, beberapa tarian massal yang layak dipentaskan saat menyambut peserta Sail Komodo, misalnya adalah Bonet dan Bidu dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU), Likurai dan Tebe dari Kabupaten Belu, Lego–Lego dari Kabupaten Alor, Dolo-Dolo dari Kabupaten Flores Timur, tari Gawi dari Kabupaten Ende, Ja'I dari Kabupaten Ngada, Pado'a dari Kabupaten Sabu Rai Jua, serta tarian Kataga dari Sumba Barat.
Ditanya soal persiapan tari kolosal dari UPTD Taman Budaya itu, Yohana mengatakan bahwa kendati belum ada anggaran khusus, pihaknya sejauh ini sudah memulai persiapan terutama latihan, dengan melibatkan para pelajar dan penari dari sanggar-sanggar tari di Kota Kupang. Dia pun menegaskan bahwa guna menyukseskan event sebesar Sail Komodo, persiapan memang perlu digenjot, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di daerah ini, karena event tersebut mempertaruhkan nama NTT sebagai tuan rumah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




