Permintaan Jokowi Membuat Sodetan Ciliwung Dikabulkan SBY

Minggu, 20 Januari 2013 | 19:39 WIB
SM
B
Penulis: SP/Deti Mega/RIN | Editor: B1
SBY bersama Gubernur DKI Joko Widodo, dan sejumlah menteri terkait, mengunjungi posko banjir Jakarta Timur, kawasan Otista, Minggu (20/1).
SBY bersama Gubernur DKI Joko Widodo, dan sejumlah menteri terkait, mengunjungi posko banjir Jakarta Timur, kawasan Otista, Minggu (20/1). (ID/David Gita Roza)
Presiden SBY berjanji, pemerintah pusat akan segera melakukan pembuatan sodetan dari Ciliwung ke arah Kanal Banjir Timur, tahun ini juga.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada pemerintah pusat untuk segera melakukan beberapa langkah jangka pendek, menengah dan jangka panjang, untuk mengatasi banjir.

Dalam tinjauannya ke posko penampungan banjir di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (20/1), Jokowi yang juga melakukan rapat koordinasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan beberapa menteri, BNPB, serta anggota Komisi V DPR RI, meminta untuk segera membuat sodetan di Kali Ciliwung di Bidara Cina, yang dialirkan ke Kanal Banjir Timur (KBT), sebagai salah satu langkah untuk antisipasi banjir jangka panjang.

"Kami mengusulkan untuk membuat sodetan dari Bidara Cina ke KBT. Karena ini akan membantu sekali untuk mengurangi banjir. Jadi, saya mohon untuk segera dikerjakan," ujar Jokowi dalam presentasinya di hadapan SBY, di posko pengungsian Jakarta Timur.

Selain itu, ia juga menyampaikan supaya pembangunan Waduk Ciawi dan waduk di Cimanggis yang bertahun-tahun belum dilakukan, agar segera dikerjakan. Dikatakannya, saat bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Budiono beberapa waktu lalu, pihaknya sudah membicarakan hal tersebut, dan pemerintah pusat melalui Wapres sudah mengatakan bahwa ada 630 hektar lahan yang bisa digunakan.

Hal lainnya yang ingin segera Jokowi selesaikan dengan cepat oleh pemerintah pusat, berkenaan dengan antisipasi banjir di ibukota, adalah pembangunan sistem pompa di Jakarta Utara, yaitu di kawasan Ancol, Marina, Kamal Muara dan Pluit Barat. Kali-kali kecil pun yang ada di seluruh Jakarta, dikatakannya akan dilakukan pengerukan secara besar-besaran yang melibatkan TNI dan berbagai pihak

"Kami sudah siapkan anggarannya. Seperti untuk pembangunan sumur resapan sebanyak 10.000 buah sedalam 4 hingga 200 meter. Karena ini akan bisa mengurangi luapan air dan dapat memperbaiki kualitas air tanah," ujar Jokowi.

Ia juga meminta supaya rencana terobosan pembangunan terowongan multifungsi (deep tunnel) yang sudah memiliki kajian dan perencanaan, pun agar bisa segera dikerjakan. "Pembangunan terowongan multifungsi agar bisa segera dikerjakan, karena ini suatu rencana terobosan. Mengenai jalurnya, sudah kami katakan kepada Kementerian PU, yaitu dari MT Haryono ke Pluit," ungkapnya.

Sementara itu, setelah melakukan rapat koordinasi tersebut, Presiden SBY pun menyimpulkan bahwa pemerintah pusat akan segera melakukan pembuatan sodetan dari Ciliwung ke arah KBT, tahun ini juga. Menurutnya, banjir yang ada di Jakarta saat ini lebih banyak di Kanal Banjir Barat (KBB), sedangkan KBT relatif tidak terisi.

"Ini tidak menguntungkan. Manakala beban ini dibagi dua, yaitu ke KBB dan KBT, dampaknya tidak akan seperti ini," ujar Presiden SBY dalam keterangan persnya, usai melakukan rapat koordinasi di GOR Otista, Jakarta Timur.

Dikatakan SBY, saat ini telah dilakukan studi mengenai berapa anggaran untuk membangun sodetan tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan  prioritas pertama yang harus selesai pada pertengahan 2014, dengan dana sekitar Rp 500 miliar. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Menkeu dan Menteri PU untuk memastikan anggaran tersedia dan bisa dimulai segera.

"Jika ini direncanakan dengan baik, maka pertengahan tahun 2014 sodetan ini bisa diselesaikan," ujar SBY.

Selain itu, SBY mengatakan bahwa pemerintah pusat juga akan menertibkan aliran Ciliwung, yang memerlukan kerja sama dari semua pihak karena menyangkut isu sosial dan lingkungan. "Tetapi meskipun demikian, kami ingin selamatkan rakyat. Kita harus atasi dengan baik dan perlu dukungan dari semua pihak," katanya.

Sementara untuk tugas DKI sendiri, dituturkan SBY bahwa Pemprov DKI akan melakukan tugas untuk menyediakan lahan dan melakukan pendekatan kepada masyarakat. Dikatakannya, yang paling penting masyarakat tidak rugi dan mempunyai tempat yang aman.

Anggaran untuk penertiban Ciliwung ini sendiri mencapai Rp 1,2 triliun untuk dua tahun, bagi dua proyek utama yang akan dilakukan. Penataan terusan Ciliwung-KBT akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Sedangkan penataan Kali Ciliwung dilakukan bersama antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta.

 


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon