Peneliti: Viagra Bisa Bantu Turunkan Berat Badan
Senin, 21 Januari 2013 | 13:11 WIB
Studi terhadap tikus percobaan menunjukkan tanda positif untuk melawan obesitas.
Sildenafil --lebih dikenal dengan nama merek dagangnya, Viagra-- sejak lama digunakan untuk melawan masalah disfungsi ereksi. Namun, studi terkini menemukan, Viagra juga bisa digunakan untuk melawan obesitas, demikian dilaporkan situs Medical Daily akhir minggu lalu.
Kesimpulan di atas diutarakan peneliti dari University of Bonn dan Max Planck Institute for Heart and Lung Research di Jerman. Temuan ini, akan berarti sangat besar bagi sekitar 500 juta orang di dunia yang bermasalah dengan obesitas maupun berat badan berlebih.
Peneliti menyimpulkan hal ini setelah melihat hasil pada tikus percobaan yang diberi sildenafil. Tikus-tikus ini menunjukkan resistensi terhadap obesitas, bahkan ketika diberi makanan yang tinggi lemak sekalipun.
Hasil studi mengatakan, zat dalam Viagra bisa mengubah sel lemak putih --yang kerap ditemukan pada manusia yang bermasalah dengan lemak berlebih, juga penyebab penyakit kronis-- menjadi sel lemak kecokelatan.
"Sel lemak kecokelatan akan membakar energi dari makanan yang diasup kemudian mengubahnya menjadi panas," jelas peneliti Dr Alexander Pfeiffer. Sel lemak kecokelatan ini pun akan membakar lemak, artinya, obat ini cukup ampuh menjadi kawan untuk melawan obesitas.
Sel lemak putih bisa menjadi pekat dengan mengakumulasi lipid, dan hal ini bisa membuatnya mengeluarkan hormon serta peradangan. Peradangan ini yang membuat orang dengan lemak berlebih dalam tubuh menjadi rentan mengalami penyakit kronis yang fatal dan kondisi-kondisi lain, seperti stroke, serangan jantung, hingga kanker.
Di hasil penelitian juga terlihat, dalam tikus-tikus percobaan yang mengkonsumsi sildenafil, sel-sel lemak putihnya tidak melakukan peradangan atau menciptakan penyakit kronis, ini mengindikasikan, produksi sel lemak putihnya menjadi lebih sehat.
Walau demikian, para dokter belum bisa mengeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa konsumsi Viagra bisa membantu menghalau atau melawan obesitas. Studi ini masih dalam tahap percobaan terhadap hewan, jadi, masih dibutuhkan percobaan dan penelitian lain untuk membuat obat yang lebih tepat guna pada manusia berdasar hasil penelitian ini.
Sildenafil --lebih dikenal dengan nama merek dagangnya, Viagra-- sejak lama digunakan untuk melawan masalah disfungsi ereksi. Namun, studi terkini menemukan, Viagra juga bisa digunakan untuk melawan obesitas, demikian dilaporkan situs Medical Daily akhir minggu lalu.
Kesimpulan di atas diutarakan peneliti dari University of Bonn dan Max Planck Institute for Heart and Lung Research di Jerman. Temuan ini, akan berarti sangat besar bagi sekitar 500 juta orang di dunia yang bermasalah dengan obesitas maupun berat badan berlebih.
Peneliti menyimpulkan hal ini setelah melihat hasil pada tikus percobaan yang diberi sildenafil. Tikus-tikus ini menunjukkan resistensi terhadap obesitas, bahkan ketika diberi makanan yang tinggi lemak sekalipun.
Hasil studi mengatakan, zat dalam Viagra bisa mengubah sel lemak putih --yang kerap ditemukan pada manusia yang bermasalah dengan lemak berlebih, juga penyebab penyakit kronis-- menjadi sel lemak kecokelatan.
"Sel lemak kecokelatan akan membakar energi dari makanan yang diasup kemudian mengubahnya menjadi panas," jelas peneliti Dr Alexander Pfeiffer. Sel lemak kecokelatan ini pun akan membakar lemak, artinya, obat ini cukup ampuh menjadi kawan untuk melawan obesitas.
Sel lemak putih bisa menjadi pekat dengan mengakumulasi lipid, dan hal ini bisa membuatnya mengeluarkan hormon serta peradangan. Peradangan ini yang membuat orang dengan lemak berlebih dalam tubuh menjadi rentan mengalami penyakit kronis yang fatal dan kondisi-kondisi lain, seperti stroke, serangan jantung, hingga kanker.
Di hasil penelitian juga terlihat, dalam tikus-tikus percobaan yang mengkonsumsi sildenafil, sel-sel lemak putihnya tidak melakukan peradangan atau menciptakan penyakit kronis, ini mengindikasikan, produksi sel lemak putihnya menjadi lebih sehat.
Walau demikian, para dokter belum bisa mengeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa konsumsi Viagra bisa membantu menghalau atau melawan obesitas. Studi ini masih dalam tahap percobaan terhadap hewan, jadi, masih dibutuhkan percobaan dan penelitian lain untuk membuat obat yang lebih tepat guna pada manusia berdasar hasil penelitian ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




