E-Ticket Jadikan Penjualan Tiket Transjakarta Transparan

Selasa, 22 Januari 2013 | 13:33 WIB
LY
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun/ YUD | Editor: B1
E-Ticketing Busway Transjakarta. FOTO : ANTARA
E-Ticketing Busway Transjakarta. FOTO : ANTARA
Tiket elektronik ini membuat jumlah transaksi penjualan tiket akan lebih mudah, terukur dan lebih transparan.

Jakarta
- Peluncuran tiket elektronik atau e-ticketing untuk bus Transjakarta diharapkan menjadi sistem penjualan tiket lebih transparan. Tidak hanya itu, realisasi pendapatan penjualan tiket dapat lebih terukur dan akuntabel, serta mencegah terjadinya penyelewengan pendapatan penjualan tiket.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Muhammad Akbar mengatakan di setiap halte bus Transjakarta di 12 koridor busway akan disediakan satu alat card reader untuk membaca kartu e-ticketing. Alat ini akan langsung membaca kartu dan mengurangi saldo yang ada dalam kartu itu.

“Card readernya bisa membaca seluruh kartu yang ada. Meski setiap kartu berbeda-beda gambarnya karena dikeluarkan oleh lima bank yang berbeda, jangan khawatir lima kartu tersebut bisa dibaca semuanya,” kata Akbar usai peluncuran e-ticketing di Monas, Jakarta, Selasa (22/1).

Dengan adanya tiket elektronik ini, jumlah transaksi penjualan tiket akan lebih mudah, terukur dan lebih transparan. Sistem ini menjadikan BLU Transjakarta sebagai clearing house dari seluruh transaksi.

Seluruh transaksi tersebut akan dilaporkan kepada lima bank yang bekerja sama dengan Pemprov DKI untuk program ini. Yaitu Bank Mandiri, Bank DKI, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA) dan Bank Negara Indonesia (BNI).

“Transaksi akan diberitahukan kepada kelima bank tersebut. Penumpang bisa top up melalui ATM kelima bank bila memiliki nomor rekening di lima bank itu. Tapi bisa juga top up di beberapa halte busway,” ujarnya.

Untuk perawatan alat card reader tersebut, Akbar menegaskan ada dibawah tanggung jawab BLU Transjakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menerangkan penggunaan e-ticketing dilakukan untuk mendukung pelaksanaan operasional dan peningkatan pelayananbus Transjakarta. Dengan adanya program ini diharapkan busway dapat melakukan transaksi pembelian tiket secara tepat, praktis dan efesien.

“Dari sisi BLU Transjakarta, pendapatannya dari penjualan tiket dapat lebih terukur dan akuntabel. Karena sistem e-ticketing digunakan dengan sistem terbuka. Sehinga di masa mendatang tetap terbuka peluang kartu-kartu pra bayar dari bang lainnya yang telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia,” kata Pristono.

Sistem e-ticketing yang diluncurkan ini akan diseragamkan dengan tarif Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) dan bus sedang seperti Kopaja dan Metromini. Kedua angkutan umum ini rencananya akan terintegrasi dengan busway sehingga bisa melaju di jalur khusus busway.

Bagi penumpang APTB atau Kopaja dan Metromini AC yang turun di halte busway dapat melanjutkan dengan bus Transjakarta tanpa dipungut bayaran atau gratis. Karena mereka sudah membayar di muka saat menaiki APTB.

Sedangkan penumpang dari bus Transjakarta harus membayar tiket sebesar Rp3.500 per orang ditambah dengan tarif APTB sebesar Rp6.000 per orang atau tarif Kopaja dan Metromini AC sebesar Rp5.000 per orang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon