Akademisi dan Industri Sambut Baik Terobosan Praktisi Mengajar
Jumat, 3 Juni 2022 | 14:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dosen Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Hendro Nurhadi menyambut baik terobosan program Praktisi Mengajar.
"Program ini membuka kesempatan bagi saya untuk berjejaring dengan praktisi. Saya tentunya akan memilih praktisi yang terbaik untuk berkolaborasi dengan saya di kelas demi mahasiswa saya. Saya juga akan menggali sebanyak mungkin wawasan dari praktisi untuk pengembangan mata kuliah saya," terang Hendro dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh, Jumat (3/6/2022).
Sebagaimana diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar.
Terdapat dua skema kolaborasi yang ditawarkan program Praktisi Mengajar. Pertama, kolaborasi pendek berlangsung selama 4 sampai 10 jam per semester. Dalam kolaborasi pendek, praktisi hanya terlibat dalam pengajaran.
Kedua, kolaborasi intensif, di mana dosen dan praktisi berkolaborasi secara end-to-end. Artinya, praktisi mengajar 15 sampai 41 jam per semester dan terlibat dalam perencanaan dan evaluasi.
Sementara itu, Presiden Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti mengajak rekan-rekan pelaku industri mendukung inisiatif ini.
"Khususnya rekan-rekan-rekan pelaku industri, khususnya yang sudah berpengalaman, untuk mendukung inisiatif Kemendikbudristek ini dalam melahirkan generasi muda unggul yang siap kerja. Mari kita berperan aktif dalam melahirkan generasi muda berkualitas yang akan mengakselerasi kemajuan perusahaan dan pastinya mengakselerasi kemajuan negara kita tercinta, Indonesia," imbau Ira.
Dari kalangan tokoh muda, Billy Mambrasar, staf khusus Presiden Republik Indonesia, turut menyampaikan dukungannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




