Para perupa, anggap DPR WC

Rabu, 27 April 2011 | 12:00 WIB
MM
B
Penulis: Maria Gabrielle/ Said Mashur | Editor: B1

"…mau dibilang apa lagi? DPR nyolong, dan pornografi sudah banyak…"

Rencana DPR membangun gedung baru terus menuai protes. Hari ini, sembilan perupa yang berasal dari Komunitas Pelukis Jakarta melakukan aksi melukis bersama bertema Gedung DPR sebagai WC umum, di depan Gerbang Gedung DPR, Jakarta.

Menurut koordinator para perupa, Hardi, aksi mereka merupakan respons para seniman terhadap arogansi anggota DPR yang ngotot meneruskan rencana pembangunan gedung baru.
 
Dia menggambarkan anggota DPR membuang kotoran di tempat mereka sendiri.

"Arogansi tetap ada pada anggota DPR, mereka bisa panggil siapa saja seolah mereka berkuasa, tapi mereka mengkhianati rakyat, jalan-jalan ke luar negeri, gedung baru," kata Hardi.

"Kami sudah tidak tahan lagi. Makanya melukis ramai-ramai karena dari kalangan seniman sangat tidak happy [dengan rencana pembangunan gedung baru DPR]," kata Odjie Lirungam, salah satu perupa.

Odjie berpendapat, tema gedung DPR sebagai WC umum dipilih sebagai bentuk penghinaan yang layak atas sikap-sikap para anggota DPR selama ini.
 
"Gagasan kami seolah-olah gedung ini WC, karena mau dibilang apa lagi? DPR nyolong, dan pornografi sudah banyak. Jadi dengan media ini digambarkan gedung DPR jamban, kurang penghinaan apa lagi?" kata Odjie.
 
Hardi percaya, aksi mereka akan didengarkan oleh anggota DPR.

"Keterlaluan kalau tidak didengar, saya yakin dengan [aksi melukis] ini didengar. Tak semua DPR jahat," katanya.
 
Menurut Odjie, mereka belum tahu, akan diletakkan di mana hasil lukisan mereka. "Mungkin akan diserahkan ke KPK atau disimpan di museum supaya anak cucu mengetahui aib DPR terhadap rakyatnya," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon