Terduga Teroris Bima Teridentifikasi

Selasa, 29 Januari 2013 | 14:53 WIB
FF
B
Penulis: Farouk Arnaz/ FMB | Editor: B1
Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar
Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar (AFP)
Empat orang sudah berhasil dikenali melalui proses tes DNA.

Jakarta—
Upaya Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri untuk menyusuri identitas tujuh terduga teroris yang tertembak mati dalam operasi kontra teror di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Makassar, Sulawesi Selatan, pada 4 dan 5 Januari lalu akhirnya membuahkan hasil. Empat orang sudah berhasil dikenali melalui proses tes DNA.

Hal ini diungkapkan oleh Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar disela-sela Rapim Polri di Jakarta, hari ini

“(Dari 7 yang tertembak), 4 sudah selesai, (ada satu yang sedang dites), dan masih ada dua lagi yang data antemortem dari anak dan orang tuanya yang belum diperoleh karena memang sulit menghubungi pihak keluarga,” kata Boy.

Menurut Boy, keempat orang tersebut adalah Ahmad Khalil alias Hasan alias Kholid yang beralamat di Maros, Palopo dan telah dikuburkan di Ciamis, Jawa Barat dan  Syamsudin HG alias Asmar alias Abu Uswah yang berasal dari Palopo, Sulawesi Selatan.  Mereka berdua tertembak mati dalam operasi penyergapan di  RS  Wahidin, Makasar  pada Jumat (4/1).

Sedangkan dua orang  yang tertembak di Bima berhasil diidentifkasi sebagai Anas Wirianto alias Dimas Antasari yang berdomisili di Dompu,  Bima dan Bachtiar yang berdomisili di Bima dan telah dikubur di Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Sebelumnya, seperti diberitakan, Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri sempat mengalami jalan buntu untuk melacak identitas lima dari tujuh terduga teroris yang tertembak mati dalam operasi kontra teror di Makassar, Sulawesi Selatan dan NTB pada 4 dan 5 Januari lalu itu.

Yang sempat buntu adalah terduga teroris yang tertembak mati di NTB.

Sebelumnya sumber di lingkungan Densus 88/Antiteror mengatakan jika polisi menyusuri empat tempat di Pulau Jawa yang diperkirakan asal dari lima orang tersebut.

Yakni menyusuri informasi jika mereka berasal dari Tangerang Selatan (Banten), Kebayoran Lama (Jakarta Selatan),  dari Sragen (Jawa Tengah), dan Ciamis, Jawa Barat.

Kelompok ini terlibat dalam rencana pembunuhan Gubernur Sulsel Syahril Yasin Limpo yang gagal, serangkaian aksi teror di Poso termasuk pembunuhan 2 anggota Polres Poso, dan rencana teror di NTB.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon