Sambangi KPK, Dubes AS Tawarkan Bantuan
Rabu, 30 Januari 2013 | 16:42 WIB
Scot Marciel mengatakan pihaknya ingin menjalin kerjasama lebih erat dengan KPK.
Jakarta - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Scot Marciel menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangannya ke badan anti korupsi tersebut untuk menawarkan bantuan kemampuan atau strategi yang dibangun untuk menangani bidang-bidang strategis.
"Jadi dalam kesempatan ini kita bertemu dengan Komisioner KPK. Jadi masyarakat Indonesia menginginkan pemberantasan korupsi dilakukan dengan baik sekali. Tadi di atas ditanyakan bagaimana pandangan komisioner-komisioner yang bisa dilakukan terutama dalam capacity building," kata Scot, seusai mendatangi KPK, Rabu (30/1).
Dia mengatakan pihaknya ingin menjalin kerjasama lebih erat dengan KPK, terutama dalam meningkatkan prestasi badan anti korupsi tersebut.
"Jadi sudah kita lakukan bantuan di masa lalu, dan kita terus memberikan bantuan itu seperti pelatihan dan capacity building supaya performa KPK menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
Scot juga mengatakan pihaknya siap membantu pengusutan kasus pembangunan proyek pembangunan listrik tenaga uap (PLTU) di Tarahan, Lampung, tahun 2004 yang menjerat politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Izederik Emir Moeis.
Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK memeriksa beberapa saksi di Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika. Sebab, kasus itu diduga melibatkan beberapa pihak asing.
"Ada staf pihak Kedutaan kami yang akan mengkontak dan terus berhubungan dengan KPK supaya kerjasama ini terus berlangsung dan dalam pertemuan tadi kami menegaskan supaya kami terus memberikan bantuan seperti yang diinginkan KPK," katanya.
Jakarta - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Scot Marciel menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangannya ke badan anti korupsi tersebut untuk menawarkan bantuan kemampuan atau strategi yang dibangun untuk menangani bidang-bidang strategis.
"Jadi dalam kesempatan ini kita bertemu dengan Komisioner KPK. Jadi masyarakat Indonesia menginginkan pemberantasan korupsi dilakukan dengan baik sekali. Tadi di atas ditanyakan bagaimana pandangan komisioner-komisioner yang bisa dilakukan terutama dalam capacity building," kata Scot, seusai mendatangi KPK, Rabu (30/1).
Dia mengatakan pihaknya ingin menjalin kerjasama lebih erat dengan KPK, terutama dalam meningkatkan prestasi badan anti korupsi tersebut.
"Jadi sudah kita lakukan bantuan di masa lalu, dan kita terus memberikan bantuan itu seperti pelatihan dan capacity building supaya performa KPK menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
Scot juga mengatakan pihaknya siap membantu pengusutan kasus pembangunan proyek pembangunan listrik tenaga uap (PLTU) di Tarahan, Lampung, tahun 2004 yang menjerat politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Izederik Emir Moeis.
Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK memeriksa beberapa saksi di Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika. Sebab, kasus itu diduga melibatkan beberapa pihak asing.
"Ada staf pihak Kedutaan kami yang akan mengkontak dan terus berhubungan dengan KPK supaya kerjasama ini terus berlangsung dan dalam pertemuan tadi kami menegaskan supaya kami terus memberikan bantuan seperti yang diinginkan KPK," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




