MPR Akui Wajah DPR Semakin Buram
Jumat, 1 Februari 2013 | 08:42 WIB
Ya memang semakin buram. Tapi mau bagaimana lagi? Anggota DPR itu elected untuk waktu lima tahun
Jakarta - Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari berpendapat, wajah DPR memang semakin buram karena keterlibatan wakil rakyat dalam kasus korupsi.
"Ya memang semakin buram. Tapi mau bagaimana lagi? Anggota DPR itu elected untuk waktu lima tahun. Mereka bukan oppointed, bukan political appointee yang bisa diganti-ganti begitu saja. Jadi partai pun hanya bisa mengganti antarwaktu anggota DPR kalau dia sudah terbongkar kasus korupsinya. Itupun juga kalau parpol cepat-cepat mengambil langkah mencopotnya dari DPR," katanya kepada SP di Jakarta, Jumat (1/2).
Anehnya, lanjut Ketua DPP Partai Golkar tersebut, seringkali sebaliknya, parpol-parpol justru "mbulet" kalau ada kadernya yang korup. Dengan seribu satu alasan parpol malah seringkali tetap mempertahankan kadernya di DPR yang bahkan sudah mendapatkan vonis hukuman dalam kasus korupsi dengan alasan belum memiliki kekuatan hukum tetap. "Susah untuk memperbaiki wajah dan citra DPR sekarang ini," tukasnya.
Dia menuturkan, kasus negatif yang terjadi, datang silih berganti. Sepertinya hal tersebut menjadi tidak berkesudahan. "Apakah hal-hal seperti ini akan dijadikan pelajaran bagi partai-partai untuk perbaikan diri dengan melakukan seleksi yang ketat atas para caleg dalam pemilu nanti? Kita tunggu saja," tandasnya.
Jakarta - Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari berpendapat, wajah DPR memang semakin buram karena keterlibatan wakil rakyat dalam kasus korupsi.
"Ya memang semakin buram. Tapi mau bagaimana lagi? Anggota DPR itu elected untuk waktu lima tahun. Mereka bukan oppointed, bukan political appointee yang bisa diganti-ganti begitu saja. Jadi partai pun hanya bisa mengganti antarwaktu anggota DPR kalau dia sudah terbongkar kasus korupsinya. Itupun juga kalau parpol cepat-cepat mengambil langkah mencopotnya dari DPR," katanya kepada SP di Jakarta, Jumat (1/2).
Anehnya, lanjut Ketua DPP Partai Golkar tersebut, seringkali sebaliknya, parpol-parpol justru "mbulet" kalau ada kadernya yang korup. Dengan seribu satu alasan parpol malah seringkali tetap mempertahankan kadernya di DPR yang bahkan sudah mendapatkan vonis hukuman dalam kasus korupsi dengan alasan belum memiliki kekuatan hukum tetap. "Susah untuk memperbaiki wajah dan citra DPR sekarang ini," tukasnya.
Dia menuturkan, kasus negatif yang terjadi, datang silih berganti. Sepertinya hal tersebut menjadi tidak berkesudahan. "Apakah hal-hal seperti ini akan dijadikan pelajaran bagi partai-partai untuk perbaikan diri dengan melakukan seleksi yang ketat atas para caleg dalam pemilu nanti? Kita tunggu saja," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




