Arif Rahman Hakim Resmi Dilantik Sebagai Sekjen KPU
Jumat, 1 Februari 2013 | 12:39 WIB
Pemilihan Sekjen KPU dilakukan dengan transparan, sebagai amanat Komisioner KPU untuk menggelar reformasi birokrasi.
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melantik Arif Rahman Hakim menjadi sekretaris jenderal. Arif menggantikan Suripto Bambang Setyadi yang memasuki masa purna bakti setelah 5 tahun menjabat sebagai Sekjen KPU.
"Berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia no 16/m/2013 tertanggal 30 Januari 2013, Suripto Bambang Setyadi resmi digantikan oleh Arif Rahman Hakim,"ujar Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik dalam pelantikan Sekjen di kantor KPU, Jakarta, Jumat (1/2).
Husni menjelaskan, Arif berasal dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Sebelumnya, lanjut Husni, Arif menjabat sebagai Direktur Bina Sertifikasi Profesi LKPP. Husni berharap Arif dapat memegang amanah yang dimandatkan kepadanya.
"Sekjen terpilih harus memegang teguh independensi dan transparansi. Harus sejalan dengan peningkatan kualitas dan kapabilitas Kesetjenan," kata Husni menekankan.
Husni menambahkan, pemilihan Sekjen KPU dilakukan dengan transparan. Hal itu, terangnya, sebagai amanat Komisioner KPU untuk melakukan reformasi birokrasi. Arif, lanjutnya, harus melakukan reformasi birokrasi tersebut.
Menurut Husni, penataan Kesetjenan harus diprioritaskan Arif dalam awal kinerjanya. Hal itu dimaksudkan guna mendukung sepenuhnya kinerja Komisioner KPU.
Sekjen KPU, lanjut Husni, dalam awal kerjanya harus menjaga proses penataan birokrasi KPU. Kinerja Sekjen harus lebih baik dari Sekjen sebelumnya. Sekjen juga harus dapat mendukung Komisioner KPU untuk mensukseskan pemilu mendatang.
Sementara itu, Suripto Bambang Setyadi mengatakan selama ini Setjen telah bekerja keras untuk mensukseskan pemilu. Namun, tidak dapat dipungkiri jika masih ada kekurangan. Menurut Bambang, kekurangan tersebut harus diperbaiki oleh Sekjen yang baru, Arif Rahman Hakim.
"Ke depan tantangan Sekjen akan bertambah. Membangun KPU hingga tingkat daerah membutuhkan kerja keras. Saya yakin Pak Sekjen yang baru dapat bekerja sebaik-baiknya," ungkap Bambang.
Bambang menambahkan, mendekati pemilu 2014, KPU membutuhkan banyak logistik. Bambang meyakini Arif Rahman Hakim mampu mengatasi hal itu. Pasalnya, Arif sendiri telah berpengalaman dalam pengadaan logistik selama berkecimpung di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Bambang sendiri meyakini Arif dapat bekerja mensukseskan pemilu 2014 karena pengalamanannya dalam hal pengadaan barang dan jasa, termasuk logistik pemilu.
Profil singkat Arif Rahman Hakim :
Nama : Arif Rahman Hakim
Tempat Lahir : Brebes, 12 Maret 1966
Jabatan sebelumnya : Direktur Bina Sertifikasi Profesi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
Pendidikan: S1 Teknik Industri ITB, S2 Policy Economics di University of Illionis, Amerika Serikat
Status: Menikah dengan tiga orang anak
Penghargaan: Satyalancana Karya Satya X Tahun 2003 dan Satyalancana Karya Satya XX tahun 2012 dari Bapennas.
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melantik Arif Rahman Hakim menjadi sekretaris jenderal. Arif menggantikan Suripto Bambang Setyadi yang memasuki masa purna bakti setelah 5 tahun menjabat sebagai Sekjen KPU.
"Berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia no 16/m/2013 tertanggal 30 Januari 2013, Suripto Bambang Setyadi resmi digantikan oleh Arif Rahman Hakim,"ujar Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik dalam pelantikan Sekjen di kantor KPU, Jakarta, Jumat (1/2).
Husni menjelaskan, Arif berasal dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Sebelumnya, lanjut Husni, Arif menjabat sebagai Direktur Bina Sertifikasi Profesi LKPP. Husni berharap Arif dapat memegang amanah yang dimandatkan kepadanya.
"Sekjen terpilih harus memegang teguh independensi dan transparansi. Harus sejalan dengan peningkatan kualitas dan kapabilitas Kesetjenan," kata Husni menekankan.
Husni menambahkan, pemilihan Sekjen KPU dilakukan dengan transparan. Hal itu, terangnya, sebagai amanat Komisioner KPU untuk melakukan reformasi birokrasi. Arif, lanjutnya, harus melakukan reformasi birokrasi tersebut.
Menurut Husni, penataan Kesetjenan harus diprioritaskan Arif dalam awal kinerjanya. Hal itu dimaksudkan guna mendukung sepenuhnya kinerja Komisioner KPU.
Sekjen KPU, lanjut Husni, dalam awal kerjanya harus menjaga proses penataan birokrasi KPU. Kinerja Sekjen harus lebih baik dari Sekjen sebelumnya. Sekjen juga harus dapat mendukung Komisioner KPU untuk mensukseskan pemilu mendatang.
Sementara itu, Suripto Bambang Setyadi mengatakan selama ini Setjen telah bekerja keras untuk mensukseskan pemilu. Namun, tidak dapat dipungkiri jika masih ada kekurangan. Menurut Bambang, kekurangan tersebut harus diperbaiki oleh Sekjen yang baru, Arif Rahman Hakim.
"Ke depan tantangan Sekjen akan bertambah. Membangun KPU hingga tingkat daerah membutuhkan kerja keras. Saya yakin Pak Sekjen yang baru dapat bekerja sebaik-baiknya," ungkap Bambang.
Bambang menambahkan, mendekati pemilu 2014, KPU membutuhkan banyak logistik. Bambang meyakini Arif Rahman Hakim mampu mengatasi hal itu. Pasalnya, Arif sendiri telah berpengalaman dalam pengadaan logistik selama berkecimpung di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Bambang sendiri meyakini Arif dapat bekerja mensukseskan pemilu 2014 karena pengalamanannya dalam hal pengadaan barang dan jasa, termasuk logistik pemilu.
Profil singkat Arif Rahman Hakim :
Nama : Arif Rahman Hakim
Tempat Lahir : Brebes, 12 Maret 1966
Jabatan sebelumnya : Direktur Bina Sertifikasi Profesi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
Pendidikan: S1 Teknik Industri ITB, S2 Policy Economics di University of Illionis, Amerika Serikat
Status: Menikah dengan tiga orang anak
Penghargaan: Satyalancana Karya Satya X Tahun 2003 dan Satyalancana Karya Satya XX tahun 2012 dari Bapennas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




