Surya Paloh Cederai Demokrasi di Tubuh Nasdem

Jumat, 1 Februari 2013 | 18:45 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Surya Paloh.
Surya Paloh. (JG Photo)
Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dinilai telah mencederai proses demokrasi di internal partai karena dia menduduki dua kedudukan strategis sekaligus yakni sebagai ketua majelis nasional dan ketua umum.

"Secara kelembagaan MNP mempunyai kewenangan yang sangat besar. Dengan menjadi Ketua Umum partai sekaligus maka kepemimpinan partai mengarah pada otoritarianisme yang membunuh demokrasi di internal. Di zaman Orde Baru saja Pak Harto hanya menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Golkar, tidak pernah sekaligus ketua umum," kata Yusuf Lakaseng, mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Tengah di Jakarta, Jumat (1/2).

Yusuf mengundurkan diri dari kepenggurusan Nasdem karena menurut dia sebagai partai politik, Nasdem, telah gagal menerapkan praktik-praktik demokrasi. Dia juga menegaskan jorgan Nasdem mengenai Restorasi Indonesia adalah palsu. Jorgan itu sangat bertentangan  Surya Paloh yang otoriter.

Ia menjelaskan masuknya Surya Paloh menjadi ketua umum telah mengakibatkan perpecahan internal partai. Sebelumnya partai dipimpin oleh anak-anak muda yang telah membuktikan prestasinya dengan mengantarkan Nasdem lolos sebagai peserta Pemilu 2014 mendatang.

"Lolosnya Partai Nasdem sebagai satu-satunya partai baru adalah kombinasi kepemimpinan organisasi," kata Yusuf.

Sebagai inisiator gerakan restorasi, lanjutnya, semestinya Surya Paloh memosisikan diri sebagai negarawan yang bijak sebagaimana dipersepsikan masyarakat terhadap kehadiran Partai NasDem.
 
Yusuf sendiri pada Kongres I di Jakarta masih percaya bahwa Surya Paloh tidak akan menerima posisi ketua umum. Diaa mengikuti dengan seksama bagaimana pelaksanaan kongres hingga akhirnya peserta benar-benar memilih Surya Paloh sebagai ketua.

"Hati saya miris karena kongres tidak lebih sebagai kelompok paduan suara yang massal. Ada pengkondisian agar kongres melahirkan kesepakatan aklamasi," ungkapnya. SP/R-14

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon