126 Cedera dalam Bentrokan di Mesir

Sabtu, 9 Februari 2013 | 11:07 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Pemrotes Mesir berdiri dekat api di salah satu pintu gerbang istana kepresidenan Ittihadeya di Kairo, Mesir, Jumat (8/2). Para pemrotes antipemerintahan melemparkan bom-bom kecil berisi bahan bakar sebagai bentuk protes melawan Presiden Mohamed Morsi.
Pemrotes Mesir berdiri dekat api di salah satu pintu gerbang istana kepresidenan Ittihadeya di Kairo, Mesir, Jumat (8/2). Para pemrotes antipemerintahan melemparkan bom-bom kecil berisi bahan bakar sebagai bentuk protes melawan Presiden Mohamed Morsi. (EPA/Ahmed Khaled)

Bentrokan sengit terjadi antara personel pasukan keamanan dan pemrotes yang berusaha menerobos ke dalam kantor polisi.

Kairo - Sedikitnya 126 orang cedera, Jumat (8/2), dalam bentrokan antara personel pasukan keamanan dan pemrotes antipemerintah di berbagai tempat di Mesir. Terjadi saat pemrotes turun ke jalan utama dan lapangan umum di seluruh negeri itu.

"Sebanyak 126 orang cedera di seluruh negeri ini. Sebanyak 67 terluka di Gubernuran Gharbiya, 80 kilometer di sebelah utara Kairo, sementara tujuh orang cedera di Iskandariyah, tujuh di Gubernuran Kafr Esh-Sheikh, empat di Gubernuran Sharqiya dan empat orang lagi di luar istana presiden di Kairo," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Ahmed Omar seperti dikutip dari Xinhua.

Omar menambahkan, semua korban menderita bermacam luka, antara tergores, terbakar, tersedak asap, dan patah tulang. Ia juga menyatakan, sebagian personel keamanan presiden dilaporkan cedera akibat logam yang digunakan untuk "menembak" burung, namun hal itu belum dikonfirmasi.
 

Di Kota El-Mahalla di Gubernuran Gharbiya, bentrokan sengit terjadi antara personel keamanan dan pemrotes yang berusaha menerobos gerbang dewan kota. Personel keamanan membubarkan mereka dengan menggunakan gas air mata tapi bentrokan kecil masih terjadi, sehingga melumpuhkan lalu lintas dan memaksa toko di daerah itu ditutup.
 

Sementara itu, sejumlah pemrotes berusaha menyerang markas Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP), milik Ikhwanul Muslimin, dan juga kantor polisi di Gubernuran Gharbiya, sekitar 80 kilometer di sebelah utara Kairo, tapi pasukan keamanan berhasil membubarkan mereka.

Di Kairo, pemrotes berusaha memindahkan kawat berduri di sekitar istana presiden di Ibu Kota Mesir tersebut dan memanjat gerbang istana, sementara yang lain melemparkan batu ke arah istana itu.

Pengawal presiden mundur dan berkumpul di dalam kompleks istana guna menghindari bentrokan dengan pemrotes, sementara pemrotes --kebanyakan masih di bawah umur-- berusaha melemparkan batu dan petasan ke dalam istana. Namun pemrotes lain mencegah mereka guna menghindari bentrokan dengan pasukan keamanan, kata juru kamera Xinhua dari lokasi kejadian.

Situasi memanas saat sebagian pemrotes membakar salah satu gerbang istana yang mengakibatkan terbakarnya pohon di dekatnya, di dalam istana, kata kantor berita resmi Mesir, MENA.

Di dekat Bundaran At-Tahrir di Kairo, sejumlah pemrotes berusaha merobohkan tembok yang memisahkan pemrotes dan Kementerian Dalam Negeri, tapi situasi itu akhirnya dapat dikendalikan setelah beberapa bentrokan kecil antara pemrotes dan petugas keamanan.

Di Iskandariyah, bentrokan sengit terjadi antara personel pasukan keamanan dan pemrotes yang berusaha menerobos ke dalam kantor polisi Sedi Gaber di Daerah Abou Qir, sementara polisi berusaha membubarkan mereka dengan menggunakan gas air mata.

Bentrokan sengit serupa juga meletus di Gubernuran Kfar Esh-Sheikh, 125 kilometer di sebelah utara Kairo, saat pemrotes berusaha menerobos ke dalam markas gubernur. Peristiwa itu membuat pasukan keamanan menggunakan gas air mata terhadap pemrotes yang melemparkan batu ke arah mereka, kata beberapa saksi mata.  

Polisi menangkap tiga pemrotes yang diduga menghasut kerusuhan dan bentrokan.  

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon