NTT Ditetapkan Sebagai Penyangga Program KB

Selasa, 12 Februari 2013 | 20:17 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Sejumlah peserta dalam keadaan terbius saat mengikuti program Keluarga Berencana (KB) massal . FOTO : Arief Priyono/ANTARA
Sejumlah peserta dalam keadaan terbius saat mengikuti program Keluarga Berencana (KB) massal . FOTO : Arief Priyono/ANTARA

Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan satu dari 10 provinsi sebagai penyangga utama model pengembangan program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Penetapan ini didasarkan kepedulian provinsi tersebut menurunkan angka kematian ibu dan bayi lahir.

Inspektur Utama BKKBN Pusat, Mike Sangian mengakui, angka kematian ibu dan bayi baru lahir di NTT masih tinggi dibanding persentase secara nasional.

Namun NTT telah menunjukkan kinerjanya dalam menurunkan angka kematian. Selain itu, NTT dinilai berhasil menekan angka pertumbuhan penduduk pada wanita subur yang melahirkan dari 40 persen menjadi 30 persen.

"NTT mampu menurunkan angka rata-rata wanita subur yang melahirkan. Ini menunjukkan program KB di NTT berjalan baik," kata Mike pada rapat kerja daerah Pengembangan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi NTT tahun 2013 di Kupang, Selasa (12/2).

Mike mengatakan, untuk menjadi wilayah penyangga utama, Pemprov NTT berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah serta meningkatkan pelayanan program KB.

Kepala BKKBN Provinsi NTT, Theodora Pandjaitan, menyampaikan, keberhasilan program KB didukung  petugas lapangan yang memadai. Idealnya, satu petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) menangani maksimal dua desa.

Sayangnya hal ini belum terealisasi mengingat saat ini, satu PLKB menangani tujuh sampai sembilan desa. Mengatasi kesulitan ini, BKKBN bekerjasama dengan Program Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, menegaskan, peran PLBK sangat penting dalam menyukseskan program kependudukan dan KB. Karena itu, semua PLKB harus diberdayakan dan selalu ada di kampung-kampung bersama masyarakat.  "Saya tak percaya, Program KB berhasil baik kalau tidak bersinergi dengan bidang lain," kata Frans Lebu Raya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon