Peraih Emas Paralympic Bunuh Pacarnya
Kamis, 14 Februari 2013 | 16:34 WIB
Menurut media lokal, dia mengira sang pacar sebagai penyusup di rumahnya.
Capetown - Atlet Paralympic atau Olimpiade Tuna Daksa, Oscar Pistorius, ditangkap oleh polisi Afrika Selatan karena membunuh pacarnya sendiri di rumahnya di Pretoria dan dia dijadwalkan menghadiri sidang Kamis (14/2).
Menurut polisi, pria berumur 26 tahun yang tidak mereka sebutkan namanya sudah di dalam tahanan dan penyidikan kasus pembunuhan sedang berlangsung.
Latar belakang kasus ini belum jelas, namun menurut laporan media setempat pelaku salah mengira sang pacar sebagai seorang penyusup di rumahnya dan langsung menembak dia.
Pistorius, 26, dikenal sebagai "pelari sabit" (blade runner) yang menggunakan dua bilah serat karbon melengkung mirip sabit untuk menyangga kedua kakinya yang telah diamputasi dan dia yang pertama melakukan itu di Olimpiade.
Berita ini cukup menyentak Afrika Selatan karena Pistorius dianggap sebagai salah satu ikon negara itu.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04:00 sampai 05:00 waktu setempat (09:00-10:00 WIB) Kamis.
Menurut pernyataan polisi, seorang perempuan berumur 30 tahun "terluka parah" di dinihari Kamis di sebuah rumah di kompleks Silverlakes di ibukota negara itu, Capetown.
Perempuan itu mengalami luka di kepala dan tubuh bagian atas. petugas paramedis sudah berada di rumah tersebut ketika polisi tiba, namun korban akhirnya meninggal di TKP. Polisi menemukan sebuah pistol kaliber 9mm.
Polisi tidka menyebutkan hubungan wanita itu dengan Pistorius.
Afrika Selatan merupakan negara dengan tingkat kriminalitas salah satu yang tertinggi di dunia dna banyak warganya menyimpan senjata di rumah untuk berjaga-jaga menghadapi para penyusup.
Pistorius biasanya berlomba dengan bilah serat karbon karena dia terlahir tanpa fibula di kedua kakinya dan bagian di bawah lutut akhirnya diamputasi sebelum ulang-tahunnya yang pertama.
Dia mencapai semifinal di Olimpiade London 2012. Sedangkan di Paralympic, dia memenangkan medali perak nomor T44 200m, emas di 4x100m dan emas lagi di T44 400m, sekaligus menciptakan rekor Paralympic.
Pada 2008 dia memenangkan kasus pengadilan melawan Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) untuk memperoleh hak berkompetisi di ajang yang "normal" menggunakan bilah serat karbon itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




