Presiden Kembali Ingatkan Penanggulangan Lumpur Lapindo
Senin, 18 Februari 2013 | 17:21 WIBJakarta - Dalam pembukaan sidang kabinet paripurna lanjutan hari ini, lagi-lagi Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan soal Lumpur Lapindo. Namun kali ini bukan dalam kaitan pembayaran kewajiban terhadap para korban oleh PT Minarak Lapindo Brantas melainkan dalam kaitan bahwa kawasan Lumpur Lapindo di Sidoarjo harus menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Untuk lumpur Sidoarjo juga harus diawasi dengan curah hujan tinggi menimbulkan luapan, kewaspadaan kesiapan terkait bencana alam," kata Presiden SBY saat membuka sidang kabinet yang mengagendakan evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 di kantor presiden, Senin (18/2).
Pekan lalu, Presiden SBY menyinggung soal pembayaran Lapindo terhadap korban yang masih kurang hingga Rp 800 miliar. Dia mengingatkan pihak perusahaan segera menunaikan janji dan kewajiban.
Hari ini presiden mengawali dengan meminta kepada kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tetap siaga sebab kondisi potensi bencana di Indonesia belum aman. Untuk tetap waspada akan hal ini, presiden sendiri mengatakan sudah berbicara dengan kepala daerah agar tetap siaga dan melek penanggulangan bencana.
"Kepada kepala BNPB tolong sampaikan saya ingatkan apa yang saya sampaikan minggu lalu Indonesia belum aman, Manado diterjang. Bojonegoro dan Jambi juga demikian," kata presiden.
"Tadi saya bicara dengan gubernur Jatim dan Walikota Manado agar semua bisa diatasi dengan baik. BNPB telah bekerja namun terus waspada dan melakuakn tindakan preventif untuk kurangi jatuhnya korban," imbuh SBY.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




