Ipar SBY: TNI Tingkatkan Pengamanan Papua
Kamis, 4 Agustus 2011 | 14:10 WIB
Menyusul meningkatnya aksi kekerasan di Papua, Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan meningkatkan pengamanan wilayah di daerah tersebut.
Hal ini ditegaskan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie Wibowo saat mengunjungi korban aksi penyerangan di Papua di RSPAD, Jakarta, hari ini.
"TNI tidak bisa tinggal diam. Pengamanan akan ditingkatkan terutama di Puncak Jaya. Daerah itu memang jarang dijamah," ujarnya seperti dikutip Suara Pembaruan.com. Dalam kunjungan tersebut, hadir Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, dan Wakil Ketua Komisi I DPR Tb Hasanuddin, dan Hayono Isman.
Tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok separatis akhir-akhir ini telah menimbulkan korban jiwa. Kementerian Pertahanan mencatat setidaknya ada 23 korban jiwa, termasuk 1 anggota TNI dan 1 anggota Brimob
Sementara itu Menhan mengemukakan, aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok separatis merupakan aksi yang tidak bisa dibiarkan. "Kita tidak akan mentolelir gerakan separatis," katanya.
Di tempat yang sama, Hasanuddin meminta agar pihak asing tidak ikut campur dalam urusan ini. "Bagi bangsa Indonesia, Papua sudah selesai. Kini, tinggal bagaimana mensejahterakan Papua. Kami juga tidak pernah ikut campur persoalan kedaulatan negara lain. NKRI harga mati," tandasnya.
Soal penyelesaian konflik, Hasanuddin berpendapat, harus diselesaikan dengan cara-cara antikekerasan. "Solusi paling baik adalah dengan dialog," katanya.
Saat ini tiga prajurit TNI AD korban penembakan kelompok separatis di Papua di ruang rawat unit Bedah Kedokteran Militer RSPAD, di Jakarta.
Tiga personel tersebut, yaitu Sertu Kopassus Kamaru Zamal, Pratu Herber dari kesatuan Yonif 753 yang bertugas di Papua, dan Pratu I Kadek Widana dari kesatuan Yonif 751 BS.
Kepada SP, Sertu Kopassus Kamaru Zamal menyatakan, dirinya tengah penugasan pemantauan pasar di Distrik Illo Puncak Jaya. "Saya berpakaian preman, diserang dengan sejumlah tembakan oleh orang," katanya.
Kamaru terkena tembakan di telinga kirinya tembus peluru. "Alhamdullilah sekarang dalam kondisi sehat," katanya.
Pratu Herber dari kesatuan Yonif 753 yang bertugas di Papua juga korban penembakan kelompok separatis ketika dia bersama empat prajurit lainnya melakukan Patroli di puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya pada 12 Juli.
"Tiga jari saya patah. Empat teman saya lainnya semuanya parah," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




