Jelang 17 Agustus marak separatis
Jumat, 5 Agustus 2011 | 11:45 WIBWarga di perbatasan belum merasa menjadi bagian rakyat Indonesia
Setelah munculnya isu kemerdekaan Papua Barat, kini muncul lagi gejala separatis di kawasan Sintang, perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia. Minimnya rasa nasionalisme di kalangan daerah perbatasan menjadi pemicunya.
Pengamat Lembaga Pengetahuan Ilmu Indonesia [LIPI] Ikrar Nusa Bakti menilai wajar hal itu kerap terjadi di wilayah perbatasan. Apalagi, munculnya gejala separatis terjadi menjelang 17 Agustus mengingat tanggal kemerdekaan dianggap sebagai waktu yang sakral. "Warga di perbatasan belum merasa menjadi bagian rakyat Indonesia," kata dia dalam diskusi persoalan wilayah perbatasan di gedung DPD, Jakarta hari ini.
Untuk itu, 17 Agustus sebaiknya tidak hanya diperingati secara seremonial, namun pemerintah pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat [DPR] harus mengingat kembali bahwa minimnya tingkat kesejahteraan yang dirasakan warga perbatasan juga harus menjadi perhatian pusat yang harus diselesaikan. "Sudah 66 tahun Indonesia merdeka tapi kenapa wilayah perbatasan masih seperti itu, mereka merasa warga Indonesia atau tidak ya dan kalau memang ya kenapa wilayah perbatasan hanya dilihat sebagai wilayah merah dan rawan," kata Ikrar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




