Pemain Lokal Harus Bisa Kuasai Industri dan Jasa Kabel Laut

Kamis, 15 September 2022 | 17:33 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto bersama Koordinator Fungsi Software dan Konten Direktorat Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Nosadyan Nasyim, dalam Seminar Nasional Industri dan Jasa Kabel Bawah Laut di Jakarta, Kamis 15 September 2022.
Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto bersama Koordinator Fungsi Software dan Konten Direktorat Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Nosadyan Nasyim, dalam Seminar Nasional Industri dan Jasa Kabel Bawah Laut di Jakarta, Kamis 15 September 2022. (Handout)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk bisa menguasai industri dan jasa pemasangan kabel bawah laut, seiring tingginya peluang ekonomi dari kegiatan pemasangan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) di perairan Indonesia.

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto mengungkapkan pasca-pembentukan Tim Nasional (Timnas) penataan kabel/pipa bawah Laut, serta terbitnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut, permintaan penggelaran SKKL lokal maupun internasional cukup tinggi.

"Bisnis SKKL punya potensi ekosistem ekonomi yang harus bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal, baik di bidang manufakturnya maupun di bidang jasanya. Misalnya jasa survei, perbaikan kabel, dan penyediaan kapal," ungkap Doni dalam Seminar Nasional Industri dan Jasa Kabel Bawah Laut di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Doni menjelaskan, pemain lokal khususnya dalam jasa marine surveybelum mendapat porsi besar, terutama jika yang digelar SKKL internasional. Padahal bila perannya bisa lebih dioptimalkan, akan besar pengaruhnya pada kedaulatan data kelautan Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon