Soal Bentrok di DPR, Ketua Komisi II Himbau Selesaikan Masalah Tanpa Adu Otot
Selasa, 19 Februari 2013 | 21:05 WIB
Jakarta - Ketua Komisi II DPR, Agun Gunandjar Sudarsa, menyerukan agar masyarakat tak menggunakan kekerassan dalam menyelesaikan persoalan menyusul bentrokan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/2), antara dua kelompok massa Papua.
"Jangan gunakan kekerasan meski kita beda pendapat," kata Agun di Jakarta.
Adu jotos terjadi di Gedung Kura-Kura DPR, Jakarta, sore ini. Perselisihan berawal dari diskusi soal pemekaran wilayah. Namun, salah seorang peserta diskusi tak terima dan akhirnya saling pukul dan kejar.
Di saat yang bersamaan, Komisi II DPR tengah membahas usulan pembentukan Kabupaten Tambrauw sebagai pemekaran dari Kabupaten Sorong dan Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Seharusnya kata Agun, meski berbeda pendapat namun tetap tertib. "Dalam rapat Komisi II DPR, hari ini, juga hadir warga dari Provinsi Papua, namun tertib mengikuti sidang. Sebaiknya cara-cara sehat demikian yang digunakan," kata dia.
Menurut Agun, dalam rapat di Komisi II hari ini juga diwarnai perbedaan pendapat. Namun kedua belah pihak tertib untuk mendengar argumen masing-masing.
Politisi Partai Golkar itu menyerukan, agar menghargai kebebasan berbicara dengan tidak mendahulukan kekerasan.
Diketahui Komisi II DPR RI sedang membahas permasalahan yang kerap terjadi terkait batas wilayah di 4 Distrik antara Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




