Helikopter TNI Ditembaki di Sinak Papua, Pilot Terluka
Jumat, 22 Februari 2013 | 07:28 WIB
Jayapura - Helikopter milik TNI jenis MI 17 yang hendak mengevakuasi anggota TNI yang tewas akibat ditembak kelompok sipil bersenjata di Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, pagi ini, Jumat (22/2), sekitar pukul 08.25 WIT, ditembaki hingga terpaksa kembali ke Bandara Mulia.
Sumber Antara di Bandara Mulia, mengungkapkan, akibat tembakan tersebut pilot heli mengalami luka tembak di tangan sebelah kanan sehingga terpaksa kembali ke Mulia. Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Provinsi Papua kembali bergolak. Sebanyak delapan anggota TNI tertembak di dua lokasi berbeda, Kamis (21/2).
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 09.00 WIT di Pos TNI Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Serangan ke pos TNI di Tingginambut menyebabkan Lettu Reza terkena tembakan di bagian lengan dan Pratu Prabowo, anggota Batalyon 753 tewas akibat tembakan di dada.
"Penembakan ini mengakibatkan satu rekan kami, anggota TNI meninggal dunia. Info lebih detail masih dikumpulkan TNI-Polri. Kita juga mengejar pelaku yang diduga melarikan diri ke arah hutan. Lokasi memang jauh (dari kota, Red) dan ini memang kawasan pos TNI dan Brimob yang melaksanakan tugas pengamanan di wilayah itu," kata Kabag Penum Polri Kombes Agus Rianto di Mabes Polri, Kamis.
Mantan juru bicara Polda Papua ini tidak mengamini jika pelakunya adalah Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).
"Kita katakan saja mereka kelompok sipil bersenjata karena yang berseragam itu khusus. Satuan dan institusi, apalagi lokasi kejadian di wilayah hutan," urai Agus yang menambahkan pelakunya diduga satu orang.
Sedangkan kejadian kedua, kata Agus, adalah penghadangan dan penembakan yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIT. Sebanyak 10 orang anggota Pos Koramil Distrik Sinak dan Yonif 753 Nabire yang ditugaskan di sana yang hendak bergerak ke Bandara Mulia dihadang dan ditembak. Sebanyak tujuh anggota TNI gugur.
"Mereka saat itu hendak menjemput peralatan yang hendak digunakan di pos TNI yang (personelnya, Red) baru saja datang dari Nabire," beber Agus.
Saat diserang, rombongan yang berjumlah 10 orang ini pun terpencar. Tujuh orang dipastikan tewas tertembak, sedangkan tiga prajurit lainnnya hingga Kamis (21/1) belum diketahui nasibnya.
Namun Kabag Penum Polri, Kombes Agus Rianto di Mabes Polri, Kamis, mengatakan, bahwa ada delapan nama prajurit yang gugur akibat insiden tersebut. "Kedelapan prajurit yang gugur itu adalah Sertu Udin, Sertu Frans, Sertu Romadon, Pratu Mustofa, Sertu Edy, Praka Jojon, Praka Wempi, dan Pratu Prabowo. Tapi tolong di-cross check ke Puspen TNI," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




