PDIP Siapkan 95.000 Petugas Pantau Pilgub Jabar

Sabtu, 23 Februari 2013 | 19:25 WIB
CP
WP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: WBP
Pasangan Rieke-Teten yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah, cagub dan cawagub Jabar.
Pasangan Rieke-Teten yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah, cagub dan cawagub Jabar. (JG Photo/Rezza Estily )

Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memastikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Barat pada Minggu (24/2) besok akan berjalan baik.

PDIP sendiri mengusung Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur.

Koordinator Tim Hukum & Advokasi Rieke-Teten, Arteria Dahlan mengatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 95.000 petugas pemilu untuk menjadi saksi dan pemantau. Tim advokasi juga sudah tersebar di 625 kecamatan di Jabar.

"Besok kita pastikan demokrasi di Jabar akan berjalan baik. Penyelenggara imparsial, tidak berpihak. Panwas netral dalam bertindak. Pemiih yang berhak memilih, akan bisa memlih besok. Kita akan kawal pemilihan," kata Arteria dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (23/2).

Dia mengungkapkan, sampai dengan pukul 14.00 WIB hari ini masih ada beberapa permasalahan. "Hingga pukul 14.00 tadi, masih ada daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah. Banyak buruh migran yang tidak bisa memilih. Kita mohon teman-teman media bisa mengawal," ujarnya.

Dia menambahkan, hasil Pilkada Jabar sudah dapat diketahui pukul 14.00 besok. "Real quick count, jam 14.00 siang besok, kita sudah dapatkan hasilnya," tandas Arteria.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku permasalahan yang terjadi memang cukup massif.

"Kita sebenarnya sudah ada bukti-bukti, persoalannya kalau kami beritahukan kepada Panwaslu untuk bisa melakukan pemantauan secara baik, tapi kelihatannya selalu diabaikan. Sehingga menjadikan bentuk keluhan panjang," kata Mega.

Presiden Kelima tersebut mengaku terus memantau perkembangan menjelang pencoblosan besok. "Saya terus monitoring untuk persiapan esok hari. Seperti diterangkan tim hukum. Mereka yang ada di lapangan untuk persiapkan saksi dan relawan dalam menjaga persiapan di TPS. Saya harus berikan masukan. Saat ini kelihatanya minggu tenang, tapi justru bukan demikian. Banyak permasalahan yang tidak diizinkan Undang-Undang justru terjadi," ujar Mega.

Dia menyangsikan demokrasi bakal berjalan efektif jika kecurangan terus terjadi. "Bagaimana demokrasi bisa dijalankan untuk bisa memilih sesorang menjadi pemimpin di sebuah daerah kalau belum pencoblosan banyak ditemukan kecurangan," tegasnya.

Dalam konferensi pers tersebut Mega didampingi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Hasto Kristiyanto dan Rieke.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon