Abang Pistorius Hadapi Tuduhan Pembunuhan Kecelakaan 2008
Senin, 25 Februari 2013 | 11:06 WIB
Tuduhan pembunuhan yang awalnya dihentikan kini mulai dibuka kembali dan akan digugat di pengadilan.
Johannesburg - Kasus pembunuhan atlet Paralimpik yang mencetak sejarah pada Olimpiade London tahun lalu, Oscar Pistorius, sekarang bergeser ke arah yang tak disangka lagi. Abangnya, Carl, menghadapi tuduhan atas kematian seorang perempuan dalam kecelakaan lalu-lintas.
Carl Pistorius akan dijerat pasal pembunuhan karena kelalaian pada kecelakaan tahun 2008 di mana wanita yang mengendarai motor itu kehilangan nyawanya, kata Kenneth Oldwage, pengacara keluarga Pistorius pada Minggu (24/2).
Kecelakaan itu terjadi di Vanderbijlpark, wilayah Selatan Johannesburg. Tuduhan pembunuhan yang awalnya dihentikan kini mulai dibuka kembali dan akan digugat di pengadilan.
Ini adalah insiden kedua di mana ada orang lain yang terkait dengan kasus Pistorius ikut terseret dalam kasus serius mereka masing-masing yang telah dihentikan kepolisian tapi kemudian dibuka kembali.
Sebelumnya, kepala polisi yang menginvestigasi kasus Pistorius, Hilton Botha, tiba-tiba harus menghadapi tuduhan upaya pembunuhan dalam penembakan yang mengancam tujuh orang di dalam kendaraan. Botha kemudian dicopot dari penanganan kasus Pistorius dan posisinya diganti polisi lain.
Menghentikan dan membuka kasus lama merupakan hal yang tak lazim terjadi di hukum pidana Afrika Selatan. Hukum setempat secara spesifik memberikan aturan yang memperbolehkan tuntutan lama yang telah dihentikan dibuka kembali jika adanya investigasi lebih lanjut, kata Jacob van Varderen, direktur lembaga Pengacara untuk Hak Asasi Manusia.
"Ini merupakan prosedur praktis, proses yang ada untuk menunjang kedua pihak," katanya.
Kekasih Pistorius, Reeva Steenkamp, yang tewas karena diduga ditembak Pistorius saat hari Valentine lalu, kembali muncul di televisi dalam episode baru acara reality show "Tropika Island of Treasure 5" walaupun jenazahnya telah dikuburkan pada Selasa pekan lalu.
Hari ini, Senin (25/2), Oscar melakukan wajib lapor ke kantor kepolisian di Brooklyn, kota pinggiran ibukota Pretoria, dan menandatangani prosedur dua mingguan yang merupakan bagian dari pembebasannya dengan jaminan.
Pistorius dilepas dengan jaminan pada Jumat (22/2) lalu dan kini tinggal di rumah pamannya, Arnold, di Waterkloof, wilayah pinggiran Pretoria yang mewah.
Masalah yang dihadapi abang Pistorius merupakan kerumitan terbaru dalam kasus yang membingungkan serta mengagetkan warga Afrika Selatan dan masyarakat internasional.
"Ini menjadi suatu kesedihan ganda karena masalah hukum menjerat Oscar dan abangnya dan seluruh keluarga, sehingga mereka menghadapi dua masalah sekaligus," kata salah seorang warga Johannesburg, Jim Plester.
Pengacaranya mengatakan "Carl sangat menyesalkan kecelakaan tersebut" dan tes darah menunjukkan dia tidak mabuk saat kecelakaan itu terjadi.
Selain masalah abangnya, hal lain yang mencuat kini adalah soal karakter Pistorius yang sedang dalam sorotan. Bagi banyak orang, kemunculannya di publik dianggap sebagai atlet yang pandai berbicara. Beberapa saksi dalam persidangan mengambarkan Pistorius sebagai pria yang sangat 'membumi' .
Namun, dalam sebuah laporan disebutkan salah satu orang saksi, yang mengatakan Steenkamp telah tinggal di rumah Pistorius sejak September, menggambarkan Pistorius sebagai orang yang "moody" dan tidak sabaran.
Cecil Myers, yang putrinya berteman dekat dengan Steenkamp, mengatakan saat diwawancarai koran City Press bahwa Pistorius pasti sadar saat membunuh Steenkamp. "Saya berharap dia mendapat hukuman yang lama, yang setimpal dengan perbuatannya," kata Myers.
Pistorius tampil "sangat baik dan menawan bagi kami saat mereka mulai berpacaran," katanya.
Dia mengatakan awalnya Pistorius datang masuk ke rumahnya, tapi saat sudah berpacaran serius, Pistorius hanya mengantar serta menjemput kekasihnya di depan rumah. Bagi Myers, perubahan sikap Pistorius itu menggambarkan sikap kurang hormat.
Setelah itu, Pistorius dikatakan tak pernah mau melepaskan Steenkamp sendirian. Dia selalu mengganggu kekasihnya itu dengan selalu menelpon setiap saat.
Menurut Myers, Steenkamp merasa Pistorius seperti mengurungnya karena selalu merongrong dirinya.
Karena mengetahui hal itu, Myers sempat berkata kepada Pistorius untuk tidak selalu menguasai Steenkamp dan memintanya untuk mundur sedikit.
Pistorius menyetujui hal itu, tapi kata Myers, Pistorius ternyata tetap tidak mengindahkan sarannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




