Tak Ingin Ditertibkan, Penumpang KRL Serang Brimob
Kamis, 28 Februari 2013 | 23:25 WIB
Depok - Penertiban penumpang yang naik di atap KRL ekonomi oleh anggota Brimob di Stasiun Depok, Kamis (28/2), diwarnai kericuhan pukul 19.30.
Akibatnya, dua anggota Brimob Kelapa Dua Depok, Briptu Eko Mulyana dan Briptu Ahmad Rifai, mengalami luka serius akibat dikeroyok penumpang yang tak terima ditertibkan.
Peristiwa bermula ketika Ahmad Rifai bersama prajurit Marinir dan petugas keamanan PT KAI bermaksud menertibkan penumpang yang naik di atap KRL dengan nomor perjalanan 870.
KRL jurusan Bogor ini tiba di Stasiun Depok pukul 19.28. Karena kondisi KRL penuh sesak, banyak penumpang yang naik ke atap kereta.
Melihat banyak penumpang berjejer di atap gerbong, seorang anggota Brimob melepaskan tembakan dan menghalau penumpang untuk turun dari atap.
Selain itu, anggota Brimob ini juga memukul-mukulkan popor senjata laras panjangnya ke arah penumpang.
Ulahnya yang dianggap berlebihan lalu disoraki oleh para penumpang dan ternyata oknum polisi itu menarik salah satu penumpang yang berdiri di pintu kereta.
Anggota polisi itu lalu menitipkan senjata laras panjangnya ke petugas keamanan PT KAI dan salah satu penumpang itu dibanting. Para penumpang lain marah dan berusaha mengeroyok oknum polisi tersebut.
Situasi saat itu cukup ricuh, sebagian penumpang panik. Ketika kereta 870 dipersilakan berangkat, terdengar lagi tembakan beberapa kali dan kereta berhenti beberapa saat sebelum berangkat.
Humas Polsek Pancoran Mas AKP Suharto membenarkan hal tersebut saat dihubungi SP. Dia menuturkan, kericuhan terjadi saat petugas ingin menertibkan para penumpang yang naik di atap KRL tersebut.
"Petugas malah diserang. Dilempari batu. Yang kabur dan tak terkejar oleh kami ada banyak. Satu orang berhasil diamankan," kata Suharto.
Korban, Briptu Ahmad Rifai, menyatakan, aksi penyerangan ini bukanlah kali pertama terjadi.
Sebelumnya, kata dia, sejumlah penumpang yang menolak untuk ditertibkan juga melakukan aksi anarkis hingga melukai tiga anggota keamanan dan seorang Marinir.
"Jumlah mereka ribuan. Mereka tidak takut meski kami sudah meletupkan tembakan peringatan. Rekan saya terluka di tangan. Ada yang melempar batu dan membuat panik penumpang lainnya," bebernya.
Kericuhan antara penumpang dan anggota Brimob ini membuat perjalanan KRL menuju Bogor sempat terganggu sekitar 25 menit.
Para penumpang menyesalkan kejadian tersebut karena petugas Brimob berlebihan dalam menangani penertiban penumpang dengan membawa senjata laras panjang, padahal prajurit Marinir tidak membawa senjata api.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




