Penguatan Budaya Nusantara Persempit Ruang Gerak Terorisme

Minggu, 6 November 2022 | 13:02 WIB
YP
BW
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: BW
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menerima penghargaan rekor Muri atas pelaksanaan Parade Budaya Nusantara di Sarina, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 6 November 2022. 
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menerima penghargaan rekor Muri atas pelaksanaan Parade Budaya Nusantara di Sarina, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 6 November 2022.  (Beritasatu/Yustinus Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menegaskan, penguatan budaya Nusantara bisa mempersempit ruang gerak terorisme dan radikalisme.

Boy meyakini, kuatnya budaya Nusantara yang beraneka ragam bisa membendung masuknya ideologi-ideologi transnasional.

"Kami meyakini dengan kuatnya budaya kita, budaya Indonesia yang beragam akan makin mempersempit ruang gerak transnasional ideologi dan budaya yang tidak berkepribadian dengan bangsa Indonesia," ujar Boy di sela-sela acara Parade Budaya Nusantara BNPT dengan rute Sarinah-Bundaran HI-Sarinah, Jakarta, pada Minggu (6/11/2022).

Oleh karena itu, kata Boy, BNPT menggelar acara Parade Budaya Nusantara sebagai upaya mencegah radikalisme, terorisme, dan intoleransi.

Parade ini diikuti oleh ratusan komunitas yang terdiri dari 77 kementerian/lembaga, 17 perusahaan di bawah kementerian BUMN dan 125 komunitas yang berasal dari organisasi masyarakat, kepemudaan serta organisasi profesi. Ratusan komunitas ini menggunakan kebaya dan pakaian adat budaya Nusantara.

"Yang tidak cocok dengan keberagaman kita, kebinekaan kita, dan prinsip-prinsip yang memiliki semangat persatuan dan kesatuan, bergotong royong, hormat-menghormati di tengah keberagaman, itu adalah identitas ke-Indonesiaan kita, dan simbol-simbol budaya kita dari Sabang sampai Merauke, insyaallah hari ini, kita buat bersama, sangat luar biasa, kita gaungkan bahwa inilah Indonesia," ungkap Boy.

Boy juga mengapresiasi kehadiran para perempuan termasuk ibu-ibu yang umumnya mengenakan kebaya dalam acara parade tersebut.

Menurut Boy, kehadiran perempuan dalam acara ini menunjukkan adanya kekuatan perempuan khususnya para ibu-ibu untuk bersama-sama menangkal gerakan terorisme dan radikalisme.

"Pada umumnya, ideologi transnasional, ideologi terorisme telah banyak merenggut kaum perempuan, kita bisa lihat beberapa peristiwa di tanah air sendiri, beberapa peristiwa terorisme, kaum perempuan dengan feminismenya dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan kekerasan, nah ini bukan kepribadian bangsa kita," tutur dia.

"Kaum perempuan termasuk rentan terpapar, kita ingatkan inilah jati diri kita dan kemudian diharapkan akan menimbulkan sebuah kewaspadaan dini untuk kita semua, kaum ibu adalah pilar rumah tangga, basis pertahanan keluarga, kita berharap menjadi terdepan dalam mencegah keluarga dari pengaruh-pengaruh virus intoleransi radikalisme," imbuh Boy menambahkan.

Parade Budaya Nusantara ini memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) karena menjadi parade yang dihadiri ratusan komunitas.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon