Pawang Geni Gagal Padamkan Simulasi Kebakaran

Jumat, 1 Maret 2013 | 16:42 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Pemadam Kebakaran (Damkar) Pawang Geni berusaha memadamkan api
Pemadam Kebakaran (Damkar) Pawang Geni berusaha memadamkan api (Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun)

Jakarta - Pawang Geni yang dibangga-banggakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dapat memadamkan api kebakaran, ternyata gagal memadamkan api dalam simulasi kebakaran di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kebakaran (Pusdiklatkar), Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (1/3).

Pawang Geni yang akan menggantikan Fire Motor sebagai sarana lini terdepan memadamkan kebakaran di pemukiman gang-gang sempit, mengalami kerusakan sehingga tidak dapat memadamkan api yang sudah membesar membakar rumah kayu.

Kejadian tersebut terllihat saat simulasi penanganan kebakaran dalam acara HUT Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta di Pusdiklatkar Ciracas. Simulasi yang dimulai pukul 08.00 dengan melemparkan bensin ke arah rumah kayu tersebut.

Kemudian datang beberapa petugas kebakaran mendorong satu alat Pawang Geni berwarna merah secara manual. Kemudian memompa air yang ada di tong besar berwarna merah, namun air hanya keluar sedikit keluar dari ujung selang. Karena terus dipaksa dipompa, akhirnya katup  air yang terhubung dengan selang lepas. Air pun mengalir keluar dari katup air di tong tersebut, tanpa bisa mengalirkan ke selang yang sudah lepas dari katup air.

Melihat api yang semakin membesar, akhirnya beberapa petugas kebakaran berteriak untuk mendatangkan mobil pemadam kebakaran. Segera satu unit mobil pemadam kebakaran datang ke tengah lapangan, dan petugas mengeluarkan selang yang mengalirkan air untuk memadamkan kebakaran. Dalam beberapa menit, api yang membakar rumah itu padam.

Pawang Geni berbentuk tong berkapasitas 200 liter di atas besi beroda. Alat yang dilengkapi pompa, selang sekitar 10 meter, dan alat penyemprot seperti milik mobil pemadam ini mampu menyemprotkan air hingga jarak kurang lebih 25 meter. Alat ini dioperasikan seluruhnya secara manual, mulai dari mengisi air ke dalam tong, hingga memompa air keluar melalui selang.

Namun, Jokowi dan Ahok mengklaim alat ini sangat efektif dibandingkan motor pemadam kebakaran atau fire motor yang telah dimiliki Dinas Damkar dan PB DKI. Dalam satu unitnya terdiri 20 item alat pendukung pemadam api. Seperti pompa jinjing, satu lot karoseri tangki air berkapasitas 500 liter air dan foam, satu roll selang berdiameter 2,5 inci dengan 20 meter, kampak personel, 2 buah water proof flash light dan satu buah pengeras suara dan sirene.

Fire motor ini digerakkan oleh motor sehingga bisa masuk ke dalam gang-gang sempit bila terjadi kebakaran di kawasan kumuh. Dan lebih cepat membantu memadamkan api sebelum meluas karena kapasitas kecepatan air yang keluar dari selang. Sayangnya, pengadaan fire motor ini tidak menjadi prioritas bagi Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Jokowi-Ahok. Justru mereka lebih memprioritaskan pengadaan Pawang Geni untuk menangani kebakaran di kawasan kumuh.

Menanggapi gagalnya Pawang Geni dalam simulasi tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan hal itu terjadi karena kesalahan teknis saja. "Bukan gagal. Itu kan salah buka gentong cadangan. Terus kerannya langsung ditutup dong. Pas dibalikin lagi, pompa kerannya ini masih ditutup, ya jadi lepas disini. Dia salah teknis saja," kilah Basuki yang turut hadir dalam acara tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon