ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bareskrim Akan Panggil Lagi Ismail Bolong soal Tambang Ilegal di Kaltim

Sabtu, 26 November 2022 | 12:50 WIB
SW
FS
Penulis: Stefani Wijaya | Editor: FFS
Polda Kaltim melakukan tindakan penyelidikan terkait laporan 21 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diduga palsu di sejumlah titik di wilayah Kalimantan Timur. 
Polda Kaltim melakukan tindakan penyelidikan terkait laporan 21 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diduga palsu di sejumlah titik di wilayah Kalimantan Timur.  (Beritasatu Photo/Fuad Iqbal)

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri akan melayangkan panggilan kedua terhadap mantan anggota polisi, Ismail Bolong pada pekan depan. Pemanggilan pemeriksaan itu mengenai kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim).

Diketahui, kasus tersebut mencuat ke publik akibat viralnya pernyataan Ismail Bolong dan disebut-sebut turut melibatkan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

"Minggu depan ya," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dihubungi, Sabtu (26/11/2022).

Dikatakan Pipit, panggilan kedua dilayangkan karena Ismail Bolong tidak menghadiri panggilan pertama. Dalam surat pemanggilan kedua itu juga akan disertai dengan perintah membawa.

ADVERTISEMENT

"Ismail Bolong itu kita sudah panggil, nanti lagi kita luncurkan panggilan kedua karena terkait dengan perusahaan yang melakukan kegiatan ilegal. Belum hadir bukannya tidak hadir, masih ada tahapan-tahapan. Iya sudah saya perintahkan anggota ya (membawa Ismail Bolong)," ucapnya.

Sebelumnya, beredar video dari seorang bernama Ismail Bolong yang mengaku bekerja sebagai pengepul dari tambang ilegal di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Terkait adanya penambangan batu bara di wilayah Kalimantan Timur, bahwa benar saya bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin," kata Ismail Bolong di awal video tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon