ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ditinggal Tarawih, Rumah Rusak Dihantam Longsor di Padang

Minggu, 26 Maret 2023 | 11:40 WIB
UM
JS
Penulis: Ulfa Musriadi | Editor: JAS
Rumah warga yang rusak akibat diterjang tanah longsor di Padang, Sumatera Barat.
Rumah warga yang rusak akibat diterjang tanah longsor di Padang, Sumatera Barat. (Beritasatu Photo/Ulfa Musriadi)

Padang Beritasatu.com - Longsor menghantam rumah warga, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (26/3/2023), mengakibatkan semua barang pemilik rumah tidak bisa terselamatkan tertimbun meterial longsor.

Longsor terjadi akibat tingginya curah hujan melanda Kota Padang, dari siang sampai malam hari. Beruntungnya saat kejadian longsor tidak ada korban jiwa, pemilik rumah sedang melaksanakan Salat Tarawih ke masjid.

Satu unit rumah warga hancur atau rusak berat akibat dihantam material tanah longsor setinggi 15 meter. Tanah longsor itu membuat dinding rumah roboh dan barang barang berharga pemilik rumah tidak bisa diselamatkan.

Barang-barang yang ada di dalam rumah termasuk tempat tidur tidak ada yang dapat diselamatkan. Akibat longsor ini pemilik rumah tidur dan sahur di musala serta rumah saudara lainnya.

ADVERTISEMENT

David Marta (43) pemilik rumah, mengatakan bahwa hujan terjadi sejak pukul 17.00 WIB pada Sabtu (25/3/20223, sampai pukul 01.00 WIB pada Minggu (26/3/2023).

"Hujan ini turun dengan intensitas tinggi. Longsor ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB," kata David Marta.

Ia menyebutkan, pada saat terjadinya longsor, rumahnya sedang dalam kondisi kosong.

"Saat itu kami sedang salat tarawih. Saya, anak-anak, dan istri sedang ada di bawah semuanya," kata David Marta.

Selesai menunaikan Salat Tarawih, David Marta diinformasikan oleh masyarakat bahwa rumahnya rusak berat akibat dihantam material tanah longsor.

"Melihat kondisi rumah, sudah tidak bisa ditempati lagi. Untuk material longsor ini juga mau dibuang ke mana?" katanya.

Sementara waktu, David Marta bersama keluarga tidak akan menempati rumah ini, karena sudah tak layak huni.

"Kemungkinan saat ini kita berusaha membuka material rumah yang masih bisa digunakan nantinya. Rumah ini ada dua KK yang tinggal di dalamnya," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon