200 Kapal Nelayan Ramaikan Tradisi Pesta Lomban di Laut Jepara
Sabtu, 29 April 2023 | 19:16 WIB
Jepara, Beritasatu.com - Ratusan masyarakat yang mayoritas nelayan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggelar tradisi pesta lomban, Sabtu (29/4/2023). Tradisi pesta lomban yang merupakan wujud syukur masyarakat nelayan itu, dilakukan dengan melarung kepala kerbau ke tengah Laut Jawa yang diikuti oleh hingga 200 kapal nelayan.
Pantauan Beritasatu.com, tradisi pesta lomban diawali dari TPI Ujung Batu Jepara. Sejak pagi, masyarakat Jepara sudah berduyun-duyun memadati daratan hingga perairan sekitar TPI Ujung Batu Jepara.
Miniatur kapal yang berisikan kepala kerbau usai didoakan oleh pemuka agama setempat kemudian diangkut menggunakan kapal nelayan menuju perairan laut Jepara atau sebelah utara Pulau Panjang.
Menempuh jarak sekira 20 mil dari daratan laut Jepara, kapal utama pengangkut kepala kerbau beserta hasil bumi diikuti sekira 200 kepala dan perahu nelayan masyarakat Jepara.
Miniatur kapal yang berisi kepala kerbau di larung ke laut, di sekitar lokasi tersebut para nelayan langsung mengambil air dan mengguyur bagian kapal mereka untuk berharap berkah.
Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan, tradisi pesta lomban merupakan bentuk wujud rasa syukur masyarakat Jepara atas hasil laut yang melimpah diberikan kepada nelayan.
Selain itu, nelayan juga berharap diberikan keselamatan dan kelancaran rezeki dalam mengarungi lautan. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar dalam momen perayaan syawalan atau tujuh hari setelah lebaran.
"Setiap tahun kita laksanakan setiap tujuh hari setelah lebaran. Tradisi pesta lomban sebagai bentuk syukur dan harapan keselamatan masyarakat nelayan Jepara," kata Edy Supriyanta sesaat mendarat dari melarung kepala kerbau, Sabtu (29/4/2023).
Pihaknya berharap, kegiatan tahunan ini dapat dibertahankan dan dilestarikan. Pasalnya serangkaian tradisi pesta lomban yang rutin digelar menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Jepara. Untuk tahun ini dikuti sekitar 200 kapal nelayan masyarakat Jepara.
"Kegiatan ini tetap dibertahankan dan menjadi budaya Jepara serta menguri uri budaya Kabupaten Jepara. Tidak hanya masyarakat Jepara yang datang hampir seluruh masyarakat di luar Jepara berdatangan ada dari Jawa Tengah sendiri Jakarta," jelasnya.
Usai melarung kepala kerbau ke peraian laut Jepara, tradisi pesta lomba ditutup dengan fetival kupat dan lepet di Pantai Kartini Jepara. Terdapat dua gunungan dengan jumlah 1444 kupat dan lepet yang menjadi rebutan warga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




