5 Berita Terpopuler, Bayi Dibuang Ayah di Pati dan Hadiah untuk Lamaran
Kamis, 4 Mei 2023 | 05:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Berita bayi hilang di Pati yang ternyata dibuang ayahnya, adanya uang ratusan juta yang ditransfer ke rekening pelaku penembakan kantor MUI hingga hadiah untuk lamaran menjadi berita terpopuler Beritasatu.com sepanjang Rabu (3/5/2023) kemarin.
Berikut adalah lima berita terpopuler atau top news Beritasatu.com pada Rabu (3/5/2023).
1. Bayi Hilang di Pati Ternyata Dibuang Ayahnya Sendiri ke Sungai
Kasus bayi 3 bulan yang hilang dan ditemukan meninggal di sungai kini mulai menemukan titik terang. Dalam penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polresta Pati, polisi berhasil membongkar pelaku yang membuang bayi malang tersebut diduga ayah kandungnya sendiri, Muhammad Soleh (20). Hingga kini polisi masih melakukan penyidikan mendalami motif terduga pelaku pembuang bayi di aliran sungai di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Onkoseno Gandiarso Sukahar, menuturkan Selasa (2/5/2023) malam ayah korban bayi 3 bulan sudah diamankan tanpa perlawanan di rumahnya. Kasus tersebut berawal dari kecurigaan atas hilangnya bayi 3 bulan yang sebelumnya hanya satu rumah bersama ayah dan anak pertama. Dalam penyelidikan aparat polisi mengarah ke pelaku pada ayah korban sendiri yang nekat membuang anak yang dilahirkan istrinya Dinda Putri Safitri 20 tahun.
"Betul, ayah korban berinisial S kita amankan. Dan kita sudah lakukan pemeriksaan secara mendalam karena dugaan kuat kami ayah korban itu sendiri pelakunya," ujar Kompol Onkoseno Gandiarso Sukahar kepada wartawan, Selasa (2/5/2023) malam.
2. Terungkap Ada Transfer 200 Juta ke Rekening Penembak MUI
Pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) bernama Mustopa NR diduga sebagai orang suruhan. Dugaan itu muncul setelah terungkap data rekening bank milik Mustopa dengan dana masuk hingga ratusan juta rupiah.
Redaksi Beritasatu.com berhasil mendapatkan kopi buku rekening bank milik Mustopa di Bank BRI Unit Kedondong Teluk Betung, Lampung. Dari buku rekening itu, tercatat Mustopa baru membukanya pada 11 Maret 2020.
Dari transaksi yang terlihat di buku rekening itu, Mustopa beberapa kali menerima transfer dengan jumlah yang bervariasi. Pada Desember 2022, Mustopa menerima kiriman uang sebesar Rp 200 juta dan ada juga transfer sebesar Rp 100 juta.
Terakhir, pelaku penembakan di kantor MUI Pusat itu menerima transferan uang pada 16 Januari 2023. Pada tanggal itu, Mustopa menerima uang sebesar Rp 31 juta.
Adanya kiriman uang di rekening milik Mustopa itu memunculkan dugaan bahwa aksi penembakan di kantor MUI Pusat bukan atas inisiatifnya. Diduga, warga Lampung berusia 60 tahun itu mendapat order untuk melakukan aksi tersebut.
"Ada dugaan bahwa pelaku memang ada yang menyuruh untuk membuat situasi politik panas dan bermain di air keruh. Polisi harus mengusut asal uang yang ada di rekening Mustopa ini," ujar sumber Beritasatu.com yang membeberkan data rekening bank tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




