ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Setoran Rp 650 Juta ke Komandan Berasal dari Beberapa Anggota Brimob Riau

Selasa, 6 Juni 2023 | 15:06 WIB
YS
DS
Penulis: Yudi Saputra | Editor: DAS
Bripka Andry Darma Irawan.
Bripka Andry Darma Irawan. (Istimewa)

Pekanbaru, Beritasatu - Uang Rp 650 juta yang disetorkan anggota Brimob Bripka Andry Darma Irawan kepada Komandan Batalyon B Pelopor Manggala di Kabupaten Rokan Hilir, Kompol Petrus H Simamora, ternyata bukan uang miliknya sendiri.

Bripka Andry kepada wartawan mengatakan, uang Rp 650 juta tersebut merupakan kumpulan dari rekan-rekannya yang lain yang dipungut setiap bulan.

"Selain saya, ada rekan lain yang setor. Ada Rp 5 juta per bulannya," kata Andry, Selasa (6/6/2023).

Para anggota Brimob yang setor tersebut dijanjikan gratifikasi bebas dinas oleh komandannya. "Kami mendapat gratifikasi bebas dinas dan hanya mengikuti apel Rabu dan Jumat pagi," kata Andry.

ADVERTISEMENT

Ada enam orang rekannya yang dimintai uang setoran. Mereka juga membuat unggahan di media sosial masing-masing. Namun di antara mereka tidak ada yang dimutasi.

Seperti diberitakan, Bripka Andry Darma Irawan yang berdinas di Batalyon B Rokan Hilir, Riau. Andry menyebut bahwa dirinya dimintai sejumlah uang oleh komandannya. Ia tidak terima dimutasi  karena mengaku tidak punya kesalahan selama berdinas di Batalyon B Rokan Hilir.

Dimutasi dan disebut meninggalkan tugas, Andry kemudian mengunggah keluh kesahnya di medsos.

"Saya tidak mau berasumsi yang bukan-bukan. Tapi alasan saya tidak masuk dinas itu karena saya sudah izin kepada komandan saya karena ingin merawat orang tua sakit dan itu diizinkan. Tapi kenapa malah saya tetap dibuat tidak hadir," katanya.

Andry mengaku merasa dibuang dan tidak dipandang atas pengabdian saya selama 15 tahun.

"Pokoknya laporan buruk tentang saya semua. Saya sudah pasrah apa yang terjadi. Saya berharap kasus ini terbongkar semua dan tidak ada Andry Andry yang lain," pungkasnya.

Propam Polda Riau tengah memproses kasus curahan hati Bripka Andry yang viral di media sosial. Sementara, sudah delapan orang yang diperiksa terkait setoran yang Rp 650 juta yang disebutkan Bripka Andry dalam video.

"Ada 8 orang yang sudah kita periksa untuk dimintai klarifikasi perihal setoran itu. Jadi kasusnya sedang ditindaklanjuti. Terkait setoran ini masih didalami, nanti pembuktiannya ada di sidang," tuturnya



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Alasan Pengerahan Brimob Saat Gerebek Markas Judol di Hayam Wuruk

Alasan Pengerahan Brimob Saat Gerebek Markas Judol di Hayam Wuruk

JAKARTA
Brimob Gagalkan Tawuran di Jaktim, Pemuda Bawa Tombak Diringkus

Brimob Gagalkan Tawuran di Jaktim, Pemuda Bawa Tombak Diringkus

JAKARTA
Brimob Aniaya Pelajar Tual, Kapolri: Beri Keadilan untuk Keluarga

Brimob Aniaya Pelajar Tual, Kapolri: Beri Keadilan untuk Keluarga

NUSANTARA
Brimob Aniaya Pelajar di Tual, Kapolri: Diproses Sampai Tuntas

Brimob Aniaya Pelajar di Tual, Kapolri: Diproses Sampai Tuntas

NUSANTARA
Kapolri Perintah Usut Tuntas dan Hukum Berat Brimob yang Aniaya Siswa

Kapolri Perintah Usut Tuntas dan Hukum Berat Brimob yang Aniaya Siswa

NASIONAL
Brimob Aniaya Pelajar, Keluarga Korban: Jangan Ditutup-tutupi!

Brimob Aniaya Pelajar, Keluarga Korban: Jangan Ditutup-tutupi!

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon