ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Mayat Dalam Koper, Keluarga Sempat Menanyakan Keberadaan Korban pada Tersangka

Jumat, 9 Juni 2023 | 23:13 WIB
AA
R
Penulis: Achmad Ali | Editor: RZL
Ana Maria, ibu dari Angeline Nathania mahasiswi Universitas Surabaya yang menjadi korban pembunuhan dan mayatnya ditemukan dalam koper di jurang kawasan Gajah Mungkur, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.
Ana Maria, ibu dari Angeline Nathania mahasiswi Universitas Surabaya yang menjadi korban pembunuhan dan mayatnya ditemukan dalam koper di jurang kawasan Gajah Mungkur, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. (Beritasatu.com/Achmad Ali)

Surabaya, Beritasatu.com - Keluarga dari Angeline Nathania (AN) mahasiswi Universitas Surabaya yang menjadi korban pembunuhan dan mayatnya ditemukan dalam koper di jurang kawasan Gajah Mungkur, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur sempat menanyakan keberadaan korban kepada tersangka Rochmad Bagus Apriyatna alias Roy (RBA).

Ana Maria, ibu dari Angeline Nathania mengatakan terakhir kali korban ketika putrinya yang akrab di panggil Tania itu berpamitan pergi untuk mengikuti ujian, pada tanggal 3 Mei 2023. Ia pun tak mengira Angeline akan pergi jauh.

"Itu kan setelah libur Lebaran. Tanggal 3 (Mei) masuk langsung ada ujian. Biasanya berangkat sendiri. Pulang pergi sekolah bawa mobil sendiri. Mobil kakaknya, karena kakaknya naik motor lebih cepat kerjanya," kata Ana Maria saat ditemui di Rumah Duka Adi Jasa Surabaya, Jumat (9/6/2023).

ADVERTISEMENT

Ana awalnya mengira putri kedua dari tiga bersaudara itu akan segera kembali setelah menjalani ujian satu mata kuliah. Setelah siang tak kunjung kembali, ia mengira AN melanjutkan aktivitas mengerjakan tugas kuliah.

Nyatanya tidak ada kabar apapun dari AN, bahkan dirinya tak kunjung pulang selama beberapa hari. Menurut Ana, biasanya putrinya itu selalu memberikan informasi detail apabila pergi ke suatu tempat.

"Hilang dua kali 24 jam sejak 3 Mei. Keluarga melapor ke polisi tanggal 5 Mei. Bukan kebiasaannya tidak pamit kalau kemana-mana," kata Ana.

Setelah melapor ke polisi, Ana mendapatkan informasi dari teman-teman AN, bahwa AN kali terakhir bersama RBA. Ana pun sempat menanyakan keberadaan anakanya pada tersangka RBA.

"Info dari teman-temannya, disuruh cari mungkin orang ini (RBA) tahu," ungkap Ana. Ia pun mengetahui RBA, lantaran tersangka memang guru les musik korban saat SMA.

"Itu guru SMA nya. Guru ekstra musik, saya sekadar tahu dia itu guru gitar. Kalau komunikasi saya juga kurang tahu. Semasa SMA, dia ikut bandnya guru gitar itu. Pelaku juga tidak pernah main ke rumah dan sudah berkeluarga. Makannya saya tidak curiga," ungkapnya.

Ana juga tak mengetahui bahwa anaknya masih berkomunikasi dengan RBA setelah Angeline lulus dari sekolah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon