ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sulitnya Akses Kesehatan, Warga Pulau Poteran Bangun Rumah Sakit Mini

Jumat, 23 Juni 2023 | 01:19 WIB
DB
R
Penulis: Didik Setia Budi | Editor: RZL
Klinik kesehatan di Pulau Poteran di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Klinik kesehatan di Pulau Poteran di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. (Beritasatu.com/Didik Setia Budi)

Sumenep, Beritasatu.com - Menyadari pentingnya keberadaan dokter dan tenaga medis, seorang warga Pulau Poteran di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, merintis pendirian sebuah rumah sakit mini. Meskipun bukan rumah sakit besar, keberadaannya sangat penting bagi warga sekitar.

Klinik Pratama Ummi berdiri di atas lahan seluas setengah hektar dan dilengkapi dengan ruang rawat inap. Pembangunannya dimulai sejak tahun 2004, dan meskipun status fasilitas kesehatan ini masih bernama Klinik, masyarakat sekitar tetap menyebutnya sebagai rumah sakit.

"Hal yang selalu menjadi masalah bagi kita adalah kurangnya dokter, obat, dan rumah sakit. Sejak saya kecil, kami harus pergi ke kota untuk berobat, dan saat melahirkan, ibu harus menghadapi risiko karena lokasinya yang jauh. Tujuannya adalah agar ada dokter di Pulau Poteran," terang Herman Dali Kusuma, pemilik Klinik Pratama Ummi, pada Selasa (22/6/2033).

ADVERTISEMENT

Pembangunan Klinik ini dimulai ketika putra Herman Dali Kusuma menempuh pendidikan kedokteran umum di Surabaya. Menyadari kurangnya dokter di Pulau Poteran, Herman meminta sang anak untuk bekerja di kampung halaman dan memulai upaya pendirian klinik.

"Kami berharap ini dapat menjadi contoh gagasan bagi warga di kepulauan lainnya. Dengan adanya klinik, kami dapat mengajak putra daerah lain untuk bergabung dan bekerja di sini. Namun, jika tidak ada fasilitas seperti ini, para dokter pasti akan memilih untuk bekerja di luar Madura. Di sini, kami tidak mengkomersialkan pelayanan kesehatan. Warga bebas berobat, tanpa harus pergi jauh ke kota," tambahnya.

Klinik yang didirikan oleh Herman kini telah memiliki total 15 tenaga medis, termasuk tiga dokter.

Sementara itu, untuk mengatasi krisis dokter di Pulau Madura, kalangan akademisi berpendapat bahwa perlu didirikan Fakultas Kedokteran di salah satu perguruan tinggi. Hingga saat ini, belum ada perguruan tinggi di empat kabupaten di Pulau Madura yang membuka Fakultas Kedokteran.

"Sebagai kampus negeri, kami sedang mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran pertama di Pulau Madura. Saat ini, sedang dalam tahap kajian. Selanjutnya, kami akan berkomunikasi dengan Dirjen Dikti dan Kementerian Kesehatan. Fakultas kedokteran ini memang sangat diperlukan. Pada tahun 2024 mendatang, kami berharap rencana ini sudah dapat disetujui," terang Dr. Safi', Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), pada Selasa (22/6/2023).

Di Kabupaten Sumenep, rasio jumlah dokter dan penduduk sangat tidak seimbang. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1.300.000 jiwa, hanya terdapat 180 dokter di Kabupaten Sumenep.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jalan Rusak, Warga Polman Pikul Duka Lewat Hutan dan Sungai

Jalan Rusak, Warga Polman Pikul Duka Lewat Hutan dan Sungai

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon