Melihat dari Dekat Toilet SD Senilai Rp 125 Juta di Sumenep yang Viral
Kamis, 6 Juli 2023 | 05:32 WIB
Sumenep, Beritasatu.com - Salah satu proyek pembangunan toilet senilai Rp 125 juta yang viral berada di SDN Lalangon 1, Kecamatan Manding, Sumenep. Sumber dana proyek ini berasal dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2022 lalu. Saat ini, proyek telah rampung dengan wujud berdirinya empat bilik kamar mandi untuk siswa.
"Ada empat kamar mandi. Dua pakai WC jongkok, dan dua lainnya WC duduk. Tambahan ornamen lainnya adalah dua buah westafel kecil yang menempel di dinding luar kamar mandi. Kalau di kamar mandi semuanya pakai ember plastik, ember besar dua, ember kecil dua," terang Nono, penjaga SDN Lalangon 1 Sumenep kepada Beritasatu.com, Rabu (5/7/2023).
BACA JUGA
Anggaran Toilet SD Rp 500 Juta, Akademisi: Uang Itu Cukup Untuk Bangun 4 Sekolah di Sumenep
Ukuran empat toilet yang berjajar ini memiliki panjang seluruhnya sekitar 8 meter dengan lebar 4 meter. Namun ukuran bilik kamar mandinya hanya 1,5 meter persegi.
"Ya dipakai semua toiletnya mas. Ada satu yang dikunci," imbuh Nono.
Yang mencolok dari tampilan toilet sultan ini adalah perbedaan warna keramik lantai kamar mandi.
"Warna keramiknya beda sudah dari sananya mas. Saya enggak tahu. Ember itu juga aslinya, enggak pernah diganti," kata Nono.
Terkait dengan temuan toilet SD senilai ratusan juta rupiah di Sumenep yang viral ini, akademisi Sumenep Dr Muhammad Hidayaturrahman telah menyampaikan keprihatinannya. Dalam paparannya, Hidayaturrahman mengatakan, selama ini anggaran pendidikan, khususnya yang dialokasikan dalam proyek fisik di sekolah rawan penyimpangan.
"Prihatin dengan besarnya anggaran untuk toilet di sekolah dasar. Menurut saya, jangan sampai biaya untuk tempat buang hajat lebih besar daripada biaya untuk tempat mengisi otak siswa, seperti perpustakaan dan fasilitas literasi siswa," kritiknya.
Kritikan lebih keras juga disampaikan pemerhati kebijakan publik Kota Sumenep Fauzi As. Menurut Fauzi, masyarakat Sumenep harus lebih cerdas dalam mengawal pelaksanaan belanja uang negara yang dialokasikan di sekolah-sekolah.
"Toilet ini contohnya. Mana bisa sebuah toilet menghabiskan Rp 125 juta. Ini kan hampir setara dengan biaya membangun sebuah rumah di pedesaan," kritiknya.
Fauzi As juga meminta agar aparat penegak hukum turun menelusuri proyek-proyek pendidikan yang diduga bermasalah.
"Saya menenggarai ada unsur korupsi dalam proyek pembangunan toilet-toilet ini. Sudah dari dulu kita itu diakal-akalin dalam urusan penyelewengan anggaran pendidikan," tegas Fauzi As.
Fauzi As juga menambahkan, jika temuannya selama ini menguatkan dugaan adanya tindakan masif penyelewengan anggaran pendidikan di Sumenep.
"Sekolah itu kerap dijadikan dijadikan mainan oleh oknum dan mafia. Maka tunggu saatnya banjir kebodohan. Sebab suplemen untuk otak siswa di korup, suplemen guru juga terindikasi dikorup, dan kini tambah lagi dugaan mark up anggaran toliet. Artinya dari anggaran siswa bangun dan siswa tidur sudah diduga terjadi manipulasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB





