Indonesia Bebas PMK, Produksi Peternak Sapi Perah Meningkat
Kamis, 6 Juli 2023 | 19:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Produksi peternak sapi perah sudah pulih dan meningkat usai diterpa oleh wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (Direktur PPHNak) Kementan Tri Melasari menyebut PMK sempat mengakibatkan penurunan pada sejumlah produksi seperti produksi susu segar mengalami sebesar 32 persen, sapi perah 5 persen, dan peternakan sebesar 3 persen.
"Kita lihat bahwa pemulihan ini sekarang sudah terlihat dimana semangat lagi untuk beternak kemudian produksi sudah mulai meningkat kembali dan situasi sudah terkendali," ujar Tri, usai menghadiri acara penganugrahan Young Progressive Farmer Academy PT Frisian Flag Indonesia (FFI), di TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2023).
Pemulihan tersebut terbentuk atas penanganan cepat yang dilakukan pemerintah mengatasi penyebarah cepatnya wabah PMK, mulai dari percepatan vaksinasi efektif meningkatkan kekebalan tubuh ternak, hingga penyaluran bantuan pakan ternak untuk seluruh sapi perah di Indonesia.
"Kalau kita lihat dengan adanya pada waktu itu tadi sudah disampaikan adanya penurunan produksi kemudian ada penurunan populasi tetapi dengan penanganan yang cepat, vaksin sudah tersebar, kemudian penanganan di masyarakat bantuan pakan untuk sapi perah pemerintah sudah memberikan bantuan pakan untuk seluruh sapi perah yang ada," pungkas Tri.
Sebelumnya dalam sambutan acara tersebut Tri menanggapi kurangnya generasi peternak di Indonesia. Generasi muda peternak masih tergolong sedikit jika dibandingkan pada sektor lainnya. Di sisi lain, Indonesia sedikitnya hanya mampu memenuhi 20 persen kebutuhan susu.
Tri optimis dengan hadirnya para finalis yang akan di berangkatkan ke Belanda dalam program Young Progressive Farmer Academy oleh PT Frisian Flag Indonesia (FFI), dapat menjadi percepatan pertumbuhan regenerasi peternak muda di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, The Agricultural Counsellor untuk Indonesia Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Joost Van Uum, mengatakan program Young Progressive Farmer Academy menunjukkan komitmen FFI untuk peningkatan kapasitas peternak Indonesia.
"Program ini bukan hanya untuk meningkatkan pengetahuan tentang susu tapi untuk meningkatkan kualitas industrinya dan melahirkan generasi baru untuk peternakan di Indonesia. Saya berharap, di Belanda teman-teman mendapatkan pengalaman dan insight lebih untuk dibawa ke Indonesia dan dapat diaplikasikan," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




