Laksmi, Anoa Langka Temuan Warga Tiba di Penangkaran Manado
Sabtu, 9 September 2023 | 15:15 WIB
Manado,Beritasatu.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Utara datangkan 1 ekor bayi anoa berjenis kelamin betina.
Anoa pegunungan tersebut kemudian diberi nama Laksmi dan akan dipelihara di Anoa Breeding Centre Manado.
Dokter Hewan Anoa Breeding Center drh Afifa Hasnah mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, satwa ini adalah jenis anoa pegunungan dengan ukuran panjang badan 70 cm, lingkar badan 53 cm, panjang kepala 16 cm, dan panjang tanduknya 1 cm. "Jadi dengan ukuran seperti ini, kita bandingkan dengan data anoa dataran rendah yang ada di sini yang masih berusia 2 bulan dapat dipastikan ini adalah jenis anoa pegunungan usia kurang lebih 3 bulan," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi Laksmi masih diobservasi dan akan melalui masa karantina minimal 1 bulan untuk mencegah kemungkinan adanya infeksi penyakit. "Setelah dinyatakan sehat nantinya Laksmi akan di tempatkan di kandang individual seperti anoa lainnya," terangnya.
BACA JUGA
Bayi Anoa Lengkapi Koleksi TSI Cisarua
Afifa mengatakan secara umum kondisi Laksmi cukup baik, tidak stres, dan tidak terlalu takut dengan manusia. Untuk masa karantina nanti akan dilakukan pemeriksaan secara detail. "Seperti pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah Laksmi mengalami infeksi atau tidak,"jelasnya.
Dia menambahkan, anoa pegunungan ini sangat langka dibanding anoa dataran rendah. Saat ini total ada 11 ekor anoa yaitu terdiri dari 9 anoa pegunungan dan 2 anoa Dataran rendah yang berada di Anoa Breeding Centre Manado.
"Saya berharap Laksmi dapat tumbuh besar dengan sehat seperti anoa lainnya, kemudian nantinya di kembangbiakan seperti anoa lainnya," ujarnya.
Sementara itu, penyuluh kehutanan BKSDA Sulut Rian Antomi menjelaskan anoa tersebut diambil di Desa Cempaka Putih, Kecamatan Kulinggula, Kabupaten Gorontalo Utara berbatasan dengan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
"Anoa ini ditemukan oleh masyarakat yang sedang membersihkan kebun durian kemudian memeliharanya selama 1 bulan," jelas Rian.
Warga tersebut kemudian berinisiatif mencari informasi terkait konservasi anoa yang akhirnya itu sampai ke BKSDA Sulut yang kemudian dengan sukarela menyerahkannya. "Harapan kami anoa ini akan tumbuh sehat karena merupakan satwa yang dilindungi," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




