ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polusi Udara Palembang Masuk Kategori Bahaya, Siswa Diminta Belajar di Rumah

Senin, 2 Oktober 2023 | 11:58 WIB
S
SL
Penulis: Sudirman | Editor: LES
Suasana Kota Palembang yang dipenuhi kabut asap pekat.
Suasana Kota Palembang yang dipenuhi kabut asap pekat. (Beritasatu.com /Sudirman)

Palembang, Beritasatu.com – Asap pekat masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Senin (2/10/2023), dengan indeks standar pencemaran udara (ISPU) telah masuk pada kategori berbahaya.

Terpantau dari situs web ISPU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2 Oktober 2023 sekitar pukul 09.00 WIB, berdasarkan partikulat meter atau pm 2,5 indeks kualitas udara Pelambang mencapai di angka 324 partikel per million (ppm) dengan kategori berbahaya.

Polusi udara yang buruk akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memutuskan untuk menerapkan pembelajaran online untuk siswa,TK, SD dan SMP mulai hari ini, hingga sampai dengan ditetapkan ketentuan berikutnya.

ADVERTISEMENT

Keputusan sekolah daring itu ditetapkan Pj Wali Kota Palembang, Ratu Dewa pada rapat membahas dampak asap, pada 30 September 2023. Ia menyatakan bahwa indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang telah masuk pada kategori berbahaya.

Dari pantauan salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri 144 Palembang, terlihat sekolah sepi pada Senin pagi. Tidak ada aktivitas siswa belajar di sekolah, hanya ada guru-guru dan staf sekolah saja.

Eko Siswanto, Guru SDN 144 Palembang mengatakan, para siswa mulai Senin ini sudah belajar daring. Mereka untuk semetara waktu belajar dari rumah sesuai dengan intruksi dari Pemerintah Kota Palembang.

"Iya betul sesuai dengan arahan dari disdik dan pemkot mengintruksikan pembelajaran secara daring. Ini karena dampak dari Karhutla,"kata Eko saat diwawancarai Beritasatu.com, Senin (2/10/2023).

Karena kondisi udara berbahaya, Eko mengimbau kepada seluruh siswa, agar tetap berada di dalam rumah, dan mengurangi aktivitas di luar rumah karena udara sedang buruk akibat kabut asap. Dia meminta anak-anak apabila berada di dalam rumah, sebaiknya menggunakan masker dan untuk selalu menjaga kesehatan.

Pantauan di Kota Palembang, asap karhutla yang menyelimuti kota itu semakin tebal sekitar pukul 22.00 malam WIB hingga pukul 09.00 WIB. Asap karhutla ini bercampur debu bekas kebakaran.

Tebalnya asap bisa membuat tenggorokan menjadi gatal, napas sesak dan mata perih. Tak hanya kualitas udara yang memburuk, kabut asap juga mengakibatkan terbatasnya jarak pandang.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

NUSANTARA
Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

NASIONAL
BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

NASIONAL
Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

LIFESTYLE
Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

LIFESTYLE
Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon