ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kekeringan, Warga Sikka Terpaksa Minum Air Pisang

Jumat, 6 Oktober 2023 | 15:15 WIB
AK
FB
Penulis: Albertus Pepi Kurniawan | Editor: FMB
Warga  Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) minum air pisang karena kekeringan.
Warga  Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) minum air pisang karena kekeringan. (Beritasatu.com/Albertus Pepi Kurniawan)

Sikka, Beritasatu.com - Kekeringan yang melanda Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah membuat warga setempat menghadapi krisis air. Dalam dua bulan terakhir, mereka terpaksa mengandalkan air dari batang pisang karena sumber air di wilayah tersebut mengering. Untuk mengatasi situasi ini, Polres Sikka turun tangan dengan mendistribusikan air minum bersih kepada warga yang terdampak.

Anggota kepolisian dari Polres Sikka melakukan penyebaran air bersih di Desa-desa Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Kamis (5/10/2023). Mereka membagikan sebanyak 16.500 liter air kepada 313 keluarga atau sekitar 1.027 jiwa.

Mobil tangki yang digunakan oleh petugas berhenti di berbagai lokasi untuk mengisi wadah-wadah milik warga. Di sana, berbagai jenis wadah seperti ember, drum, galon, dan lainnya, telah disiapkan rapi oleh warga untuk diisi dengan air bersih.

ADVERTISEMENT

Situasi ini terjadi karena tidak ada mata air yang dapat digunakan oleh warga, sehingga Polres Sikka secara rutin memberikan bantuan air bersih kepada mereka. Kekeringan tahun ini telah berdampak parah pada sebagian besar wilayah Kabupaten Sikka, yang mengakibatkan beberapa warga terpaksa mengonsumsi air yang diambil dari batang pisang.

Kapolres Sikka, AKBP Hardi Dinata, menyatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Kondisi ini merupakan akibat dari kekeringan yang terjadi akibat dampak dari fenomena El Nino.

Sebanyak 1.027 keluarga di wilayah tersebut menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan akan air bersih setelah bak penampung air hujan mereka kosong. Hampir setiap tahun, warga di sana hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Kepala Desa Bura Bekor, Nolastus, berharap agar Pemerintah Kabupaten Sikka memberikan bantuan air bersih secara berkala untuk membantu warga mereka. Pasalnya, harga air tangki yang mencapai Rp 400.000 per tangki ukuran 5.000 liter menjadi beban yang sulit untuk dipikul oleh warga yang kebanyakan memiliki keterbatasan ekonomi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

JAWA TIMUR
BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

EKONOMI
Siklus Air Global Kacau, WMO: Banjir dan Kekeringan Makin Ekstrem

Siklus Air Global Kacau, WMO: Banjir dan Kekeringan Makin Ekstrem

INTERNASIONAL
Musim Kemarau, BMKG Sebut 5 Kabupaten Ini Sudah Mulai Kekeringan

Musim Kemarau, BMKG Sebut 5 Kabupaten Ini Sudah Mulai Kekeringan

NUSANTARA
BPBD Pandeglang Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran

BPBD Pandeglang Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon