ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 05:03 WIB
AS
AD
Penulis: Andrian Supendi | Editor: AD
Ilustrasi El Nino Godzilla.
Ilustrasi El Nino Godzilla. (Freepik/Istimewa)

Indramayu, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi dampak signifikan fenomena El Nino terhadap cuaca di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada paruh kedua 2026. Kondisi ini berisiko memicu panas ekstrem dan kekeringan, khususnya di sektor pertanian yang bergantung pada irigasi.

Koordinator Bidang Informasi Iklim Terapan BMKG Siswanto mengatakan, El Nino menjadi salah satu faktor utama peningkatan suhu, baik secara global maupun regional.

“Di Indonesia, lonjakan suhu rata-rata umumnya terjadi pada tahun-tahun saat El Nino berlangsung,” ujar Siswanto seusai kegiatan diskusi di Indramayu, Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan proyeksi terbaru, peluang terjadinya El Nino dengan intensitas kuat pada 2026 mencapai sekitar 51%, terutama pada periode Juni hingga November. Fenomena ini diperkirakan tidak berlanjut hingga pergantian tahun.

“Berdasarkan rilis data, terdapat peluang bahwa potensi terjadinya El Nino kuat itu sampai 51% terjadi mulai Juni hingga November. Kemungkinan setelah November nanti El Nino akan mengalami peluruhan, jadi tidak nyeberang tahun sebagaimana 1977 atau 2015,” jelasnya.

Meski intensitasnya diperkirakan tidak sebesar kejadian pada 1997 atau 2015, BMKG menilai kondisi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Siswanto, hal ini menjadi perhatian serius bagi Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Kekeringan berisiko mengurangi pasokan air irigasi dan berdampak langsung pada produksi pertanian.

“Analisis BMKG terbaru, tahun ini kemungkinannya ketika El Nino menguat di semester kedua, itu akan lebih kering daripada tahun 2023. Yang kita khawatirkan adalah ketika musim kemarau yang kering itu nanti men-generate keringnya waduk-waduk juga, yang itu menjadi sistem penopang utama dari irigasi,” terangnya.

Ia juga mengingatkan potensi gagal panen hingga puso akibat kekurangan air.

“Tentu ini akan memiliki potensi terjadi gagal panen ataupun juga puso, artinya mati sebelum tumbuh dan panen,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, petani diminta memanfaatkan sisa curah hujan untuk menyimpan air, misalnya melalui embung atau kolam penampungan di lahan pertanian.

“Rekomendasi kami di masa-masa sekarang mumpung masih ada hujan itu adalah gerakan memanen air hujan. Dahulu di sawah itu selalu ada kolam air yang namanya blumbang atau embung, itu sebenarnya efektif sehingga sawah ada bagian untuk menyimpan air,” ungkapnya.

Selain itu, pemilihan varietas tanaman yang tahan kekeringan dan berumur pendek juga dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian.

“Para petani bisa memilih varietas atau jenis benih yang genjah, yang durasi panennya itu pendek dan lebih irit air. Kemudian di wilayah yang airnya terbatas, pilihan padi gogo atau padi ladang juga menjadi pilihan. Terus jangan nunggu musim yang biasanya, kalau bisa ditanam lebih cepat saat ini mumpung masih ada air,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tolitoli, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tolitoli, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

NUSANTARA
Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan, BMKG Sebut Dipicu Sesar Palolo

Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan, BMKG Sebut Dipicu Sesar Palolo

NUSANTARA
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sumba Barat NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sumba Barat NTT, Tak Berpotensi Tsunami

NUSANTARA
Gempa M 6,7 Sulteng, Sesar Sausu atau Palolo: Mengapa Sumbernya Berbeda?

Gempa M 6,7 Sulteng, Sesar Sausu atau Palolo: Mengapa Sumbernya Berbeda?

OTOTEKNO
Gelombang Laut 2,5 Meter Akan Hantam Wilayah Ini pada 17 Juni 2026

Gelombang Laut 2,5 Meter Akan Hantam Wilayah Ini pada 17 Juni 2026

NUSANTARA
Cuaca Jakarta Akan Cerah Hari Ini 17 Juni 2026

Cuaca Jakarta Akan Cerah Hari Ini 17 Juni 2026

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon