Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan, BMKG Sebut Dipicu Sesar Palolo
Kamis, 18 Juni 2026 | 21:09 WIB
Sigi, Beritasatu.com — Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali diguncang empat gempa bumi secara beruntun pada Kamis (18/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan rentetan gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Palolo A dan merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi beberapa hari lalu.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan gempa pertama terjadi pada pukul 11.46 WIB dengan magnitudo 2,3. Episenternya berada di darat, sekitar 40 kilometer timur laut Sigi, pada kedalaman 5 kilometer.
Tujuh menit kemudian, tepatnya pukul 11.53 WIB, gempa kedua mengguncang wilayah yang sama dengan magnitudo 3,2. Pusat gempa berada sekitar 41 kilometer timur laut Sigi dengan kedalaman 5 kilometer.
Gempa ketiga tercatat terjadi pada pukul 12.02 WIB dengan magnitudo 2,2. Episenternya berada sekitar 35 kilometer timur laut Sigi dan tetap berada pada kedalaman dangkal 5 kilometer.
Sementara itu, gempa keempat terjadi pada pukul 13.18 WIB dengan magnitudo 2,2. Pusat gempa berada sekitar 42 kilometer timur laut Sigi pada kedalaman 5 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palolo A," ujar Djati dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).
Menurut BMKG, rangkaian gempa yang terjadi pada Kamis merupakan bagian dari aktivitas susulan setelah gempa utama magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sigi pada Selasa (16/6/2026).
Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 13.30 WIB menunjukkan jumlah gempa susulan yang tercatat telah mencapai 782 kejadian. Dari ratusan gempa tersebut, yang terbesar berkekuatan magnitudo 5,3.
Meski aktivitas kegempaan masih berlangsung cukup intens, BMKG menyatakan belum menerima laporan kerusakan akibat empat gempa yang terjadi pada Kamis siang tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai aktivitas gempa maupun potensi dampaknya.
Selain itu, masyarakat di wilayah terdampak diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meski hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat rentetan gempa terbaru tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




